JAMBERITA.COM- Kota jambi sebagai salah satu kota yang menerima program keluarga harapan, terdapat 11 kecamatan yang telah Terdapat 14.314 KPM yang menerima program tersebut. Untuk pencapaian tujuan ini program keluarga harapan memiliki target yaitu 20% dari KPM sehingga mereka dapat mencapai taraf kehidupan yang lebih baik yaitu di atas pra sejahtera atau graduasi mandiri.

Karena itu, Fakultas ekonomi Universitas Jambi menggelar kegiatan Evaluasi Sumatif ke Perempuan Wirausaha Penerima PKH di Jambi Timur. Ada lima dosen yang ikut dalam pengabdian ini yakni Dr. Besse Wediawati, Dr. Rike Setiawati, SE.,MM, H. Mohammad Ihsan, SE., M.Si, Hj. RTS. Ratnawati, SE., M.Si, Dessy Elliyana, SE., M.Si
Besse Widiawati, Salah satu Tim pengabdian ini mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pengabdian sebelumnya yaitu pelatihan kewirausahaan dan kegiatan ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan kebermanfaatan yang maksimal bagi upaya graduasi KPM PKH.
“Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas maupun hasil pelatihan berdampak pada usaha yang dijalankan sehingga dapat meningkatkan pendapatkan KPM PKH kedepannya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada KPM PKH untuk melakukan evaluasi sumatif pada usaha mereka dan kemudian melakukan rencana tindak lanjut untuk mengatasi hasil evaluasi sumatif yang dilakukan oleh KPM PKH,” katanya.
Ia mengatakan berdasarkan analisis situasi yang dijelaskan sebelumnya, maka berikut ini merupakan permasalahan dari perempuan wirausaha penerima program keluarga harapan (PKH) di kecamatan Jambi Timur yaitu pertama, masalah pemasaran yaitu kurangnya omzet penjualan secara periodik sehingga berakibat pada menurunnya laba/keuntungan usaha
Kedua, masalah permodalan, dimana akibat laba yang tergerus, sehingga Modal juga menjadi terkikis sehingga dibutuhkan tambahan modal kembali untuk menjamin keberlangsungan usaha, dalam hal ini juga masalah keterbatasan pengetahuan mengenai akses permodalan.
Ketiga, minimnya inovasi produk, dimana KPM PKH masih terpaku pada satu atau beberapa produk lama, sementara selera konsumen sudah mengalami pergeseran, dan kemampuan KPM PKH mengantisipasi hal ini masih rendah.
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka kegiatan pengabdian yang dilakukan sebagai solusi untuk memecahkan problem yang telah diuraikan adalah memberikan pengetahuan kepada KPM PKH untuk melakukan evaluasi sumatif terhadap Usaha mereka untuk menemukan akar permasalahan untuk selanjutnya menentukan rencana tindak lanut bagi hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Berikutnya, memberikan pengetahuan analisis kelemahan, kekuatan serta peluang dan ancaman bagi mereka usaha KPM PKH.
Selanjutnya, memberikan pengetahuan tenrang upaya-upaya akses permodalan mikro. Hal tersebut diatas dilakukan untuk memaksimalkan kegiatan pengabdian pada masyarakat sehingga nantinya dapat berdampak ke perbaikan potensi usaha dan mampu meningkatkan pendapatan mitra sehingga pengembangan usaha menuju graduasi dapat tercapai.
Untuk kegiatan pelatihan dalam menyusun analisis SWOT maka metode yang diterapkan adalah metode participant learning center atau pelatihan partisipatif dimana peserta pelatihan terlibat aktif dalam keseluruhan proses pealtihan mulai dari pra-pelatihan hingga sampai pada tahapan evaluasi pelatihan 2) tahap perencanaan yang mana akan dilakukan pelatihan sesuai dengan target luaran kepada perempuan wirausaha mikro KPM-KPH kecamatan Jambi Timur. 3) Tahap pelatihan untuk mengevaluasi hasil yang telah dilaksanakan untuk mengetahui kemajuan dan hasil target capaian dari kegiatan yang diberikan.(*)
Hari Pertama UTBK UNJA, Pimpinan Sebar Tim Pantau Seluruh Lab, Pastikan Kelancaran Sistem
Pantau Hari Pertama UTBK-SNBT 2026, Rektor UNJA Pastikan Sarana Siap dan Inklusif bagi Disabilitas
Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi
5 Dosen FEB Unja Lakukan Pendampingan Usaha Ibu-Ibu Keluarga PKH di Telanaipura
Sosialisasi Moderasi Beragama ke Guru PAI, FKPT Ajak Ikuti lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



