JAMBERITA.COM- Kabupaten Muaro Jambi menjadi salah satu daerah yang memiliki angka prevelensi stunting tertinggi di Provinsi Jambi yaitu sebesar 27.2 persen.
Berdasarkan peraturan Presiden RI nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi sudah melakukan berbagai kegiatan dalam melakukan tugas tersebut.
Menurut data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Provinsi Jambi tahun 2021 memiliki angka stunting sebanyak 22.4 persen.Selain Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Kerinci berada di urutan ke 2 yang memiliki angka stunting tertinggi yaitu sebesar 26.7 persen.
"Targetnya untuk tahun ini kita berhasil menurunkan angka stunting sebesar 17 persen atau 18 persen," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Dr. Munawar Ibrahim. Rabu (4/1/23).
Sementara Kabupaten lainnya seperti Merangin memiliki angka stunting 19.7 persen, Sarolangun 21.4 persen, Batanghari 24.5 persen, Tanjung Jabung Barat 25.6 persen, Tanjung Jabung Timur 19.8 persen, Tebo 22.9 persen."Untuk Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh masing-masing memiliki angka stunting 17.4 persen dan 25.0 persen," tuturnya. (Tna)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
8.600 Angkutan Batubara Terdata di Aplikasi Simsalabim Dishub Provinsi Jambi
Masalah Stunting, SAH Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan dan Bahan Pangan Bergizi
PPKM Dicabut dalam Momen Hut Jambi, Asisten III Harap Ekonomi Semakin Menggeliat


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



