JAMBERITA.COM, Feature - Menapak tilas kediaman Kolonel Abundjani yang berada di Jalan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, Provinsi Jambi. Tepatnya di belakang Gedung Bank 9 Jambi, atau disamping Kantor Pengadilan Negeri.
Rumah tersebut berdiri diatas lahan sekitar 12 hektar, dengan bangunan terdiri dari tiga lantai, lantai paling bawah adanya semacam bungker atau ruangan bawah tanah. Pada bangunan tersebut terdiri dari 17 kamar, satu kolam renang menyerupai angka 8, dan 45 orang tergambar melalui lukisan relief terpajang secara permanen di dinding rumah calon pahlawan nasional tersebut.
Tidak hanya ada lukisan, disana juga terdapat teralis berbahan besi, baik pada pintu, maupun jendela yang berbentuk sosok perempuan dan laki-laki. Bukan teralis teralis bangunan rumah pada umumnya. Selanjutnya pada lantai paling atas di rumah tersebut, ada tempat duduk Kol Abundjani atau Rooftop. Rooftop itu juga bertepatan dengan kamar pribadi Kol Abundjani di Lantai II.
Menariknya, meski diruang terbuka tempat duduk bak bentangan jamur tersebut, bilamana ada yang berbicara di lingkaran itu, maka juga terdengar suara pantulan yang menggema ibarat berada di dalam ruangan yang tertutup. Rooftop adalah bagian pada bangunan yang terletak paling atas rumah.
"Percaya tidak percaya, begitu lah nyatanya, bahkan Gubernur Jambi Al Haris pun sempat datang kesini, dan membuktikan dengan bersuara sedikit kuat, oh iya benar, ternyata," kata Armandi Abundjani putra dari Kol Abundjani menirukan perkataan Al Haris, saat di sambangi Jamberita.com, Jum'at (3/2/2023).
Armandi pun mengakui bahwa tidak mengetahui pasti kenapa pada bangunan terbuka itu, atau tempat biasa sang Ayahanda duduk itu dapat memantulkan suara, ketika ada yang berbicara dibawa Rooftop tersebut."Nggak tahu, kenapa. Cuma hanya disini yang begini, ruang lain tidak," sebutnya sembari tersenyum.
Armandi juga menjelaskan dan memperlihatkan beberapa lukisan relief yang melekat secara permanen di rumah tersebut. Kata Armandi, salah satunya ada lukisan pertemuan sosok perempuan dan laki-laki, kemudian ada juga dua ekor Angso, pohon pinang disekitar juga terdapat aliran sungai yang mengalir.
"Itu kisah asal usul Negeri Jambi yang menggambarkan, pertemuan antara sosok seorang perempuan dan laki-laki dilengkapi dengan lukisan dua ekor angso, pohon Pinang, lalu Angso itu bertelur tepat nya di Rumah Dinas Danrem 042/Gapu saat ini," tuturnya.
Selanjutnya, mengenai kolam renang yang berbentuk angka 8, itu kata Armandi mereka sebelum nya menduga bahwa itu mengisyaratkan jumlah anak dari Kol Abundjani ada 8 orang."Selama ini menurut kami seperti itu, ternyata bukan, melainkan perwujudan kecintaannya terhadap Negara Indonesia RI," ungkapnya.
Armandi menjelaskan, perwujudan kecintaannya pada negara RI diwujudkan melalui pendirian pembangunan rumahnya dengan merincikan waktu kemerdekaan republik Indonesia yakni pada 17 Agustus 1945. "Angka 17 diwujudkan dengan jumlah kamar angka 8 diwujudkan melalui kolam, angka 45 diwujudkan pada jumlah relief dan gambar yang ada di rumah," ungkapnya.
Menurut Armandi, ayahanda Kol Abundjani dalam perjuangannya berhasil berkonsiliasi dengan masyarakat sipil untuk bersatu mempertahankan NKRI dan mengarahkan organisasi pemuda untuk bergabung dengan tentara keamanan rakyat atau TKR Oleh karena itu Kol Abundjani dijuluki Pemuda penggerak dan pejuang revolusi.
"Saya atas nama Armandi anak dari Kolonel Abundjani menyatakan bahwa kalau Kol Abundjani adalah seorang putra daerah Jambi dan benar-benar berjuang mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia," terangnya.
Mengenai ruang bawah tanah, Armandi juga membenarkan. Namun sejauh ini tidak bisa untuk masuk karena terkunci, sementara kunci nya hilang karena tidak pernah masuk ke dalam."Untuk bangunan rumah ini dibuat pada tahun 1962, dan sudah jadi sekitar tahun 64, lukisan lukisan relief yang ada juga itu dibuat berdasarkan tahun dimana rumah ini dibuat, yang dilukis oleh salah satu seniman asal Jogja," jelasnya.
Kol Abundjani bin Demang Makalam Lahir di Desa Sekeladi Batang Asai Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi 24 Oktober 1918 dan wafat di Jakarta pada 28 Desember 1979 dimakamkan di taman Makam Pahlawan Kalibata, Kolonel abunjani merupakan pejuang muda pemimpin tertinggi militer Jambi semasa revolusi. Yang saat ini diusulkan oleh Pemprov Jambi melalui Dinsosdukcapil menjadi Pahlawan Nasional di tahun ini.(*/afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Warek II UIN STS Jambi Tak Bisa Ngantor Karena Ruangan Dikunci
Pemerintah Tanjabtim Dorong Program Peningkatan Kualitas Pendidikan
Sinergi Pemkab Tebo dan Tanoto Foundation Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui KKG dan MGMP


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



