JAMBERITA.COM- Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto temui masyarakat korban konflik lahan di Desa Bungur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Sabtu (27/5).JAMBERITA.COM- Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto temui masyarakat korban konflik lahan di Desa Bungur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam pertemuan tersebut, Edi Purwanto tampak serius mendengarkan keluhan yang dialami masyarakat di Desa tersebut.
Dihadapan Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi salah satu warga Desa Bungur menceritakan bahwa pada tahun 2022 lalu, dirinya bersama BPN yang turut di saksikan masyarakat lainnya sudah mengukur dan mengecek lahan tersebut. Namun sampai saat ini mereka belum menerima kejelasan hak tanah tersebut dari pihak BPN.
"Dari tahun 2022 sampai saat ini, kami hanya mengetahui di tahun ini bahwa lahan kami ada seluas 1.500 hektare," katanya.
"Namun sampai detik ini belum ada kejelasan dari pihak BPN apakah lahan tersebut ada atau tidak. Karena belum ada keputusan pasti dari pihak BPN," tambahnya.
Namun dengan hadirnya Edi Purwanto ditengah masyarakat saat ini mereka berharap bisa membantu memperjelas bahwa lahan yang mereka permasalahkan itu ada dan dapat di tempati.
"Lahan kami luas pak, namun kami tidak mengetahui dimana lahan itu dan siapa yang memilikinya dan siapa yang menikmatinya," tegasnya.
Sekali lagi, mereka menegaskan bahwa mereka memiliki lahan yang luas namun mereka tidak bisa menikmatinya.
"Kami hanya berharap bapak, bahwa kejadian ini tidak akan terulang di anak cucu nanti," pungkasnya. (Tna)
Dalam pertemuan tersebut, Edi Purwanto tampak serius mendengarkan keluhan yang dialami masyarakat di Desa tersebut.
Dihadapan Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi salah satu warga Desa Bungur menceritakan bahwa pada tahun 2022 lalu, dirinya bersama BPN yang turut di saksikan masyarakat lainnya sudah mengukur dan mengecek lahan tersebut. Namun sampai saat ini mereka belum menerima kejelasan hak tanah tersebut dari pihak BPN.
"Dari tahun 2022 sampai saat ini, kami hanya mengetahui di tahun ini bahwa lahan kami ada seluas 1.500 hektare," katanya.
"Namun sampai detik ini belum ada kejelasan dari pihak BPN apakah lahan tersebut ada atau tidak. Karena belum ada keputusan pasti dari pihak BPN," tambahnya.
Namun dengan hadirnya Edi Purwanto ditengah masyarakat saat ini mereka berharap bisa membantu memperjelas bahwa lahan yang mereka permasalahkan itu ada dan dapat di tempati.
"Lahan kami luas pak, namun kami tidak mengetahui dimana lahan itu dan siapa yang memilikinya dan siapa yang menikmatinya," tegasnya.
Sekali lagi, mereka menegaskan bahwa mereka memiliki lahan yang luas namun mereka tidak bisa menikmatinya.
"Kami hanya berharap bapak, bahwa kejadian ini tidak akan terulang di anak cucu nanti," pungkasnya. (Tna)
OJK Buka Suara Hasil Audit Forensik Bank Jambi Sudah Keluar, Krimsus Dikabarkan Turun Tangan?
Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Pengawasan Notaris dalam Pelayanan hingga Kepastian ke Masyarakat
Kanwil Kemenkum Jambi Turun Tangan Dorong Desa Tangkit Baru Jadi Destinasi IG Tourism
Berkunjung ke Jambi, Wamenaker RI Himbau Masyarakat Jangan Tergiur Penawaran Kerja Online
Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Kembali Turun, Ini Penyebabnya
Sosialisasikan AHM Best Student 2023, Sinsen Cari Pelajar Kreatif
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


