JAMBERITA.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar workshop tentang kita dan upgrade "tentang kita", life skill dan kekerasan seksual
Bagi Pengelola PIK-R dan Duta Genre Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2024.
Kegiatan ini melibatkan puluhan remaja yang tergabung menjadi pengelola PIK-R Tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota. Dan kegiatan ini juga akan berlangsung selama tiga hari terhitung mulai 21 hingga 23 Februari 2024.
Sekretaris Badan (Sekban) BKKBN Provinsi Jambi Yudi Hendra Musrizal dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan tema pada hari ini, puluhan remaja pun turut dilibatkan. Dengan tujuan kedepan tindak ada lagi remaja yang mengalami anemia dan terhindari dari perilaku yang tidak baik.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kelompok sebaya dan orang tua terutama ibu menjadi tempat paling banyak dipilih oleh remaja untuk berdiskusi tentang kesehatan reproduksi yang dialaminya.
Sekitar 62 persen remaja perempuan dan 51 persen remaja laki-laki mengaku lebih senang dan nyaman berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi dengan temannya. Dan 53 persen remaja perempuan serta 11 persen remaja laki-laki lebih memilih berdiskusi dengan ibunya.
"Hasil survey tersebut menunjukkan bahwa remaja Indonesia memerlukan peran teman sebayanya sebagai tempat berbagi informasi dan curhat, konsultasi tentang segala hal yang terkait dengan tumbuh kembangnya," kata Yudi, Rabu (21/2/24).
Yudi menyebutkan saat ini, para remaja tumbuh dikelilingi oleh berbagai perkembangan zaman, sehingga sebagian dari remaja ada yang terjerumus dan menjadi salah satu orang yang mengkonsumsi narkotika, melakukan perbuatan seks dan lainya.
"Oleh karena itu, harus ada remaja-remaja Indonesia yang tergerak hatinya untuk menjadi pendidik bagi teman sebayanya yang secara sukarela, mau berbagi informasi menjadi tempat curhat, menjadi teman ngobrol terkait dengan pergaulan, kehidupan, termasuk tentang kesehatan reproduksi dan mengenai edukasi gizi dan anemia serta permasalahan lain yang dialaminya," jelasnya.
Selain itu kata Yudi, dalam melaksanakan aksi tersebut diperlukan juga dokumen panduan rujukan bagi seorang pendidik sebaya agar dapat menjalankan perannya sebaik mungkin.
"Saya menyambut baik terselenggaranya kegiatan workshop ini, karena melalui penguasaan life skill remaja dapat melawan tantangan dan melindungi diri dari seks bebas, hiv, penyalahgunaan narkotika, pelecehan seksual dan banyak masalah kesehatan lainnya termasuk didalamnya adalah masalah kesehatan gizi dan anemia," sebutnya.
Sementara itu, Ketua panitia Sri Banun Saragih dalam kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk respons dithanrem melalui Tim Kerja Ketahanan Remaja dan Genre Indonesia khususnya Genre Jambi terhadap perkembangan isu remaja, yang menurt kita untuk terus bertumbuh dan berproses melakukan adaptasi dan berinovasi.
Sejak tahun 2020, BKKBN melalui Dithanrem telah mengembangkan kurikulum dan modul “tentang kita” dan sejak tahun 2021 sudah mulai digunakan.
Implementasi dari modul ini telah menghasilkan sejumlah fasilitator baik di tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota, pendidik dan konselor sebaya di PIK Remaja serta remaja usia 10-24 tahun yang terpapar substansi dan value sebagai penerima manfaat akhir.
"Ditahun ketiga ini ,implementasi tentang kita, dipandang perlu untuk dilakukan upgrade substansi, metode dan media serta kemampuan memfasilitasi proses edukasi peer to peer dengan life skill dan kekerasan seksual," pungkasnya. (Tna)
Dari Tablig Akbar, Maulana Kukuhkan Pengurus Jambi Bershalawat hingga Peringati Moment Ibadah Haji
Elaeis Media Bakal Sulap Kelapa Sawit Jadi Bolu, UMKM Jambi Siap-siap Berinovasi
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!
Wagub Sani: Rakortek Dapat Percepat Terwujudnya Kota Layak Anak di Provinsi Jambi
Bulog Jambi Pastikan Ketersediaan Beras Cukup Hingga Perayaan Hari Raya Idul Fitri
Eksepsi Ditolak, Penasehat Hukum Edmon Akan Buktikan di Persidangan
Dari Tablig Akbar, Maulana Kukuhkan Pengurus Jambi Bershalawat hingga Peringati Moment Ibadah Haji

