JAMBERITA.COM- Wakil Ketua (Waka) Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata meminta jalan lintas Ness Batanghari-Muaro Jambi menjadi skala prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kedepan. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jalan Provinsi.
"Kalau lebar 7 Meter tambah bahu jalan dan drainase pelengkap, lalu dengan kita keterbatasan anggaran itu kedepan harus menjadi prioritas, apakah itu di Multiyears seperti saat ini ada 3 ruas jalan yang di multiyears kan," ungkapnya kepada jamberita.com, Kamis (6/6/2024).
Bukan tanpa alasan, kata Ivan, saran tersebut karena adanya potensi volume kendaraan semakin banyak, menyusul akan adanya eksit Tol dari Betung ke Paal X dan dari Muaro Sebapo ke Sungai Duren. Lalu dari sana juga akan melintas ke Rantau Majo - Kerunggung, Sengeti.
"Artinya sebagai pengurai itu juga kita persiapkan, kalau Alkal kan penyelesaian secara darurat, sebatas pemeliharaan, itu pun usia jalan nya cuma berapa bulan saja, dengan melakukan pelebaran, pengerasan kelas B atau kelas A, itu menurut saya sifatnya belum permanen kalau bisa secara efektif," harapnya.
Menurut Ivan, apabila itu bisa diprioritaskan Pemprov Jambi kedepan maka tidak menutup kemungkinan juga mengurangi tingkat kerawanan lalu lintas terlebih saat malam hari, karena belum adanya lampu penerangan jalan.
"Rawan kadang bukan hanya kecelakaan ya, tapi ada juga dulu perampokan kan di ruas itu juga. Jadi menurut saya ini memang betul betul disiasati baik secara anggaran maupun secara teknis, oleh PUPR Provinsi Jambi," pungkasnya.(afm)
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!
Wacana Perbaikan Jalan Padang Lamo Terus Dikawal, Terbaru PUTR Jambi Kembali Bahas Bersama BPJN
Tim Kuasa Hukum Bantah Rumor Pembatalan 105 SHM di Muaro Jambi
Support Aktivis dan Komunitas ke Cecep Suryana Maju Pilwako: Ayo Sama-sama
Cecep Suryana Sowan ke Aktivis Jambi Maju Pilwako:Saya Serius, Jangan Tanya Isi Tas, Tapi Isi Kepala
Kantongi Nama Calon Wakil, H Abdul Rahman Tidak Minta "Macam-Macam", yang Penting Pro Rakyat
Geger Simpang Siur Lahan, Benarkah Anggaran Rp12 M Bengkak Jadi Rp15 M? Ini Fakta Mengejutkannya!

