Monitor dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Sambangi Pemkab Sarolangun



Rabu, 19 Juni 2024 - 13:13:37 WIB



JAMBERITA.COM, SAROLANGUN - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi mengadakan audiensi dengan Pejabat Bupati Sarolangun, Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc, dalam rangka monitoring dan evaluasi percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten/kota. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Staf Ahli Urusan Kemasyarakatan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Sarolangun, serta Satgas Stunting Kabupaten Sarolangun.

Dalam audiensi tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menyampaikan bahwa angka kelahiran di Sarolangun masih tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Jambi. "Sarolangun memiliki angka kelahiran tertinggi di provinsi ini, yang menunjukkan bahwa program Keluarga Berencana (KB) perlu digencarkan lagi," ujarnya. 

Ia juga menyoroti bahwa tingkat partisipasi KB di Sarolangun cukup tinggi, dengan 61,6% menggunakan metode KB modern. Namun, angka unmet need masih mencapai 10,89%. "Angka stunting di Sarolangun kini berada di 4,8%, nomor dua terendah setelah Sungai Penuh. Tahun lalu, angka stunting di sini mencapai 16,8%. Ini menunjukkan adanya progres yang baik," tambahnya. Selain itu, Sarolangun juga meraih peringkat kedua dalam pelayanan KB sejuta akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional di Provinsi Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Bupati Sarolangun, Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari BKKBN Provinsi Jambi. "Terima kasih bapak telah datang, saya juga menginginkan bapak untuk datang lagi dan kalau bisa kita adakan acara bersama," ucapnya.

Bupati Bachril juga menyatakan dukungannya terhadap program-program yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN. "Saya sangat setuju dengan bapak. Dulu, saya datang ke sini dan masih ada yang menikah di usia 15 tahun. Hal ini terjadi karena masyarakat mungkin belum memahami pentingnya perencanaan keluarga. Kita juga sudah berupaya melibatkan tokoh agama dan tokoh adat untuk mengatasi permasalahan ini," jelasnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan BKKBN, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarolangun dapat berjalan lebih efektif dan mencapai hasil yang optimal.(*)





Artikel Rekomendasi