TCK-TMK Dinkes Jambi Selamatkan Korban Luka-Luka hingga Tak Sadarkan Diri di Danau Sipin



Jumat, 01 November 2024 - 11:44:23 WIB



Dokumentasi Foto : SIMULASI TCK-TMK Dinkes Provinsi Jambi Selamatkan Korban Bencana di Danau Sipin. Secara Resmi Kegiatan Dibuka Oleh Plh Sekda Provinsi Jambi Arief Munandar, Kamis (31/10/2024) kemarin.
Dokumentasi Foto : SIMULASI TCK-TMK Dinkes Provinsi Jambi Selamatkan Korban Bencana di Danau Sipin. Secara Resmi Kegiatan Dibuka Oleh Plh Sekda Provinsi Jambi Arief Munandar, Kamis (31/10/2024) kemarin.

JAMBEIRTA.COM- Manajemen Krisis Kesehatan dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK-TMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi selamatkan korban banjir di Danau Sipin Kota Jambi. Pantauan awak media beberapa korban yang diselamatkan itu sendiri mengalami luka luka dan tidak sadarkan diri.

Dari penyelamatan dari Danau, para korban pun langsung dievakuasi ke darat dengan menggunakan tandu atau rescue stretcher untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut. Namun, ini hanya simulasi Penanganan Krisis Kesehatan Akibat Bencana saja yang digelar oleh Dinkes Dalam kesiapsiagaan TCK-TMK bilamana ketika, dihadapkan oleh bencana. 

Dalam kegiatan tersebut Dinkes Provinsi Jambi juga melibatkan para dokter muda dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan medis dalam menghadapi krisis kesehatan yang diakibatkan oleh bencana.

Plh Sekda Provinsi Jambi Arief Munandar menyampaikan bahwa simulasi yang dilaksanakan merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. 

Pemprov Jambi sangat mengapresiasi upaya Dinkes, terutama TCK-EMT yang berada digaris depan. "Keberadaan TCK-EMT sangat vital dalam memastikan adanya respon cepat, terkoordinasi dan efektif dalam mengatasi situasi darurat," kata Arief usai membuka acara secara resmi di Daspin Huma Kusa, Jalan Danau Sipin No. 09 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Kamis (31/10/2024)

Menurut mantan Kepala BPBD itu, penaggulangan bencana membutuhkan kerja sama dari berbagai instansi terkait, tidak hanya dari Dinkes tetapi juga BPBD, Basarnas, TNI, Polri, termasuk masyarakat. "Melalui simulasi akan terjalin koordinasi dan sinergi yang baik antara semua elemen dalam menilai sejauh mana tim mampu merespon situasi krisis dengan cepat, efektif dan sesuai dengan prosedur. Elemen-elemen ini sangat menentukan keberhasilan dalam penanggulangan dampak bencana," ungkapnya.

Arief menegaskan, simulasi sangat membantu dalam memahami kebutuhan rill dilapangan dan menemukan solusi yang cepat dan tepat seperti pengadaan logistik, medis, pengelolaan posko kesehatan dan ketersediaan alat kesehatan yang menjadi kebutuhan mendesak.

"Melalui kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana ini dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi krisis. "Para tenaga kesehatan, baik dari TCK-EMT maupun jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi krisis," jelasnya.

Arief juga mengajak seluruh yang hadir dapat menjalin silaturrahmi dan komunikasi serta memperkuat persatuan dan solidaritas. "Mari kita jaga silaturrahmi, komunikasi, memperkuat persatuan dan solidaritas serta pembangunan kapasitas dalam menangani bencana dimasa mendatang," ajaknya. 

Arief juga sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam simulasi hari ini. "Saya mengharapkan semua peserta dapat mengikuti kegiatan simulasi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dimasa mendatang. Jadi, seluruh stakeholder terkait juga kita harapkan untuk dapat bersama-sama untuk menangani bencana,” harapnya.

Arief berharap simulasi ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta, sehingga apabila terjadi bencana semua sudah siap. "Kita berdo’a jauhkan Jambi dari bencana, tapi kalau ada bencana maka kita baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, juga dari masyarakatnya, dunia usaha, sama-sama kita menangani bencana. Karena saya yakin kalau pemerintah saja tidak akan cukup kuat untuk menangani bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Syamsul Ahmad, S.Kep yang mewakili Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan simulasi yang diselenggarakan oleh Provinsi Jambi melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jambi bersama stakeholder terkait.

“Dilihat dari tingkat keseriusan Provinsi Jambi serta lokasi yang strategis dalam kegiatan simulasi ini saya yakin Provinsi Jambi bisa menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain dalam hal penanggulangan bencana. Dan Jambi bisa menjadi wadah ataupun tempat pelatihan penanggulangan bencana bagi daerah lain,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kadinkes Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Muhammad Syafrizal, M.Kep melaporkan bahwa kegiatan Simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana ini dilaksanakan selama 3 hari. 

Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari berbagai rumah sakit di Kota Jambi dan siswa-siswi Poltekkes Jambi serta narasumber dari Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, BPBD Provinsi Jambi dan narasumber lainnya.

"Secara umum, tim dilapangan melakukan simulasi penyelamatan korban banjir di Danau Sipin, setelah melakukan pencarian dan evaluasi korban , tahap selanjutnya ya tim melakukan penanggulangan korban, baik dari kondisi fisik yang dialami , kemudian juga dari dampak sisi ekonomi bagi korban yang mengalami bencana," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi