Al Haris Hadiri Munas ADPMET di Jakarta, Bahas Isu Migas - Maraknya Minyak Ilegal



Kamis, 10 Juli 2025 - 13:57:25 WIB



JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris, menghadiri kegiatan Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang di JW Marriot Jakarta, Kamis (10/07/2025). Dalam kegiatan tersebut membahas persoalan isu isu krusial tentang tata kelola Sumber Daya Alam (SDM) - persoalan maraknya minyak ilegal di daerah.

Dimana kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Diaz Hendropriyono. Ini menjadi forum strategis bagi para kepala daerah penghasil migas dan energi terbarukan untuk membahas isu-isu krusial seputar tata kelola sumber daya alam di daerah.

Al Haris menegaskan pentingnya peran ADPMET sebagai wadah konsolidasi daerah yang memiliki potensi besar di sektor minyak dan gas. Ia menyampaikan bahwa masih banyak potensi migas yang belum terkelola secara maksimal, bahkan sering ditemukan praktik ilegal yang merugikan negara dan daerah.

“Jadi ini ada Musyawarah Nasional Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), ini tentu sebagai wadah bagi daerah yang mempunyai potensi minyak dan gas,” ujar Al Haris saat setelah pembukaan Munas.

Al Haris pun menyinggung persoalan maraknya sumur ilegal yang hingga kini masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Menurut Al Haris kondisi ini sebagai cerminan dari belum optimalnya tata kelola sumber daya alam di tingkat daerah.

"Masih sangat banyak sumber daya alam, khususnya minyak dan gas, yang belum terkelola dengan baik. Buktinya, masih banyak kita temukan sumur-sumur ilegal di daerah,” katanya.

Untuk itu, Al Haris menekankan peran strategis ADPMET dalam mendorong perbaikan tata kelola pertambangan yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan. Ia berharap melalui forum ini, seluruh pihak dapat merumuskan langkah konkret agar potensi migas dan energi terbarukan benar-benar menjadi sumber pendapatan yang sah dan signifikan bagi daerah dan negara. 

“Tugas asosiasi ini bagaimana mendorong tata kelola pertambangan dengan baik sehingga pada akhirnya ini menjadi sesuatu yang bernilai dan menjadi income, baik untuk pusat maupun daerah,” jelasnya.

Musyawarah Nasional V ADPMET ini dihadiri oleh sejumlah gubernur, bupati, walikota, serta pejabat tinggi negara lainnya yang berasal dari daerah-daerah penghasil migas dan energi terbarukan di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja asosiasi serta penyusunan arah kebijakan strategis ke depan dalam pengelolaan sumber daya energi nasional yang berkeadilan.(afm)





Artikel Rekomendasi