JAMBERITA.COM - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Kol H.M Syukur Jambi disebut menjadi salah satu rumah sakit rujukan berbasis kompetisi pada level utama dalam layanan jiwa. Bahkan setelah bertranspormasi dari jiwa ke pelayanan umum, RSJD Kol H.M Syukur juga terus menunjukkan progres yang baik.
Ini disampaikan oleh Direktur Utama RSJ Soeharto Heerdjan dr. Desmiarti, Sp.KJ., M.A.R.S dalam penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 2 (Via Zoom) kepada RSJD Kol HM Syukur Jambi untuk menjadi pengampu atau pembimbing layanan jiwa bagi 4 RSUD di Provinsi Jambi.
Dr Desmiarti mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan PKS 2 untuk Provinsi Jambi dalam hal pengampuan menjadi sebuah momentum yang bisa memperbaiki pelayanan kesehatan jiwa di daerah Jambi.
"Seperti juga kita ketahui kemarin informasinya RSJD HM Syukur Jambi ini untuk rujukan berbasis kompetensi itu pada level utama, yang cukup bagus untuk menunjang pelayanannya," katanya, Kamis (14/8/2025).
Pihaknya berharap, RSJD Kol HM Syukur Provinsi Jambi ini bisa memberikan pengapuan atau bimbingannya kepada empat rumah sakit daerah, sehingga pelayanan jiwa itu bisa semakin merata dan aksesnya juga bisa dicapai masyarakat dengan mudah.
"Apalagi saat ini seiring juga dengan adanya kebijakan pemerintah yang terbaru mengenai rujukan berbasis kompetensi. Nah kalau kita lihat sendiri sebenarnya tidak ada perbedaan khusus antara kriteria di dalam Pengampuan dan rujukan berbasis kompetensi, yang kita harapkan ini bisa saling menunjang dan dengan adanya rujukan berbagai Kompetensi ini juga akan mendorong akselerasi percepatan proses pengampuan jiwa menjadi lebih bergerak yang diampui oleh rumah sakit jiwa," tegasnya.
Dr Desmiarti juga menyampaikan seiring juga dengan kebijakan-kebijakan yang baru tentang pelayanan kesehatan bagaimana rumah sakit jiwa juga, menjadi rumah sakit umum dengan pelayanan unggulan jiwa.
"Tetapi kita tetap, walaupun nanti ada layanan-layanan umum, saya lihat juga Jambi berprogres dengan baik, sudah ada beberapa sarana yang dibangun ya dengan dana DAK atau dana daerahnya, nah tetapi kita harus mempunyai ciri khusus, salah satu ciri khusus yang membuat kita menjadi terlihat itu adalah layanan jiwa tetap harus kita tonjolkan," tegasnya.
Selanjutnya, Dr Desmiarti mengatakan, bahwasyahnya Ia juga melihat dan bertanya tentang keberadaan layanan jiwa di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi, karena poli kliniknya sudah ditutup.
"Saya pikir dengen rujukan berbasis kompetensi barangkali nanti untuk RSUD Raden Mattaher itu level kompetensinya dasar atau apa, artinya disini RSJD Kol H.M Syukur Jambi bisa mengambil peluang bahwa RSJD adalah satu-satunya rujukan tertinggi untuk layanan jiwa, sehingga potensi potensi sarana dan sebagainya bisa di fokuskan di RSJD ini, ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh teman teman di RSJD Jambi," pungkasnya.(afm)
Ini Pengakuan Perwakilan Warga Soal Kepemilikan SHM Lahan 105 HA di Gambut Jaya
Akses Utama Siau-Jangkat Putus Sebagian, Jalan Provinsi di Muaro Siau Amblas Diterjang Hujan
Gubernur Al Haris Keluhkan Sulitnya Daerah Peroleh Hak PI di Rakernas ADPMET
Muhasabah: SAH bicara Takaran Kesungguhan Diri untuk Meraih Ridha Allah SWT
Kemenkum Bakal Gelar Pameran, Silahkan Datang Manfaatkan Berbagai Layanan - Pembuatan Paspor
Bayu Anugerah Soroti Bahaya Multitafsir Definisi Advokat dalam KUHAP Baru



