MENDALO – Prestasi membanggakan diraih Dapfa Farrizo Altop, mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA), yang menjadi salah satu wisudawan cumlaude termuda pada usia 20 tahun. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 pada Wisuda ke-122 UNJA yang digelar di Balairung Pinang Masak, Mendalo, Sabtu (14/2/2026).
Dapfa lahir di Jambi, 7 Agustus 2005. Ia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Ahyamuddin, bekerja sebagai penjaga sekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi, sementara ibunya, Rina Fitri Yeni, merupakan ibu rumah tangga. Sejak kecil, kedua orang tuanya menanamkan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan.
“Sejak kecil, saya selalu dipenuhi dengan kegiatan yang bersifat akademik. Bahkan sebelum duduk di bangku sekolah, saya sudah mahir membaca dan berhitung. Sampai saat ini, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup, khususnya bagi orang tua dan orang-orang di sekitar saya, terutama dalam hal pendidikan,” ujar Dapfa.
Selama menempuh pendidikan di Program Studi Fisika, Dapfa dikenal tekun dan konsisten dalam belajar. Ia mengaku tertantang mempelajari konsep-konsep fisika yang kerap dianggap sulit oleh sebagian orang. Baginya, memahami ilmu bukan sekadar menguasai rumus, tetapi mampu menjelaskannya dengan sederhana.
“Salah satu guru saya pernah berkata bahwa orang yang hebat adalah orang yang bisa menjelaskan hal-hal yang rumit dengan bahasa yang sederhana. Itu membuat saya sadar bahwa ternyata hal yang saya pikir sulit sebenarnya bisa dipahami dengan cara yang tepat,” katanya.
Di balik capaian cumlaude tersebut, Dapfa mengaku melalui proses panjang dan penuh tantangan, termasuk dalam penyusunan tugas akhir. Namun ia memilih untuk fokus pada pembelajaran dari setiap proses yang dijalani.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi agar tetap percaya diri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
“Jangan pernah bandingkan diri kalian dengan diri orang lain. Kita hanya perlu membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita yang kemarin,” pesannya.
Dapfa memegang teguh motto hidup yang membantunya tetap fokus dalam meraih cita-cita.
“Hiduplah hari ini, belajarlah dari hari kemarin, dan persiapkan hari esok,” tutupnya.
Keberhasilan Dapfa menjadi bukti bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan ketekunan, konsistensi, dan dukungan keluarga, ia mampu membuktikan bahwa setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk sukses melalui pendidikan.
Setelah Tanjabbar, Kadiv Yankum Siap Dorong Produk Lokal Jambi Mendunia Lewat Perlindungan IG
Hari Ketika Pelatihan Parelegal : Peserta Wajib Paham, Apa yang Jadi Kebutuhan Masyarakat
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasi Ranperbup Sarolangun, Bedah Soal PBJ - BLUD RSUD!
UNJA dan YIARI Teken MoU, Kembangkan Model Multiusaha Perkebunan dan Komoditas Pangan berkelanjutan
Gebrakan Baru UNJA! Rektor Prof Helmi Bocorkan Strategi Rahasia di Balik Lonjakan Prestasi 2026
Lawan Kanker Paru dengan AI: Mahasiswa FKIK UNJA Sabet Juara Nasional di Ajang SARCOMA 2026
Setelah Tanjabbar, Kadiv Yankum Siap Dorong Produk Lokal Jambi Mendunia Lewat Perlindungan IG


