BPS RI Puji Pertumbuhan Ekonomi Jambi Berkualitas, Sebut ICOR Paling Efisien se-Sumatera



Jumat, 26 Juni 2026 - 16:18:21 WIB



Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi (kanan) bersama Gubernur Jambi Al Haris (kiri)
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi (kanan) bersama Gubernur Jambi Al Haris (kiri)

JAMBERITA.COM – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap geliat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jambi saat ini tergolong sangat berkualitas.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Sonny dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar di halaman Kantor BPS Provinsi Jambi pada Jumat (26/6/2026) pagi.

"Kata Pak Gubernur Al Haris, mungkin pertumbuhan ekonomi Jambi tidak yang tertinggi karena berada di kisaran empat persen. Tapi empat persen di sini rata dinikmati oleh seluruh masyarakat. Memang kita bisa tumbuh tinggi, tetapi pertumbuhan tinggi juga harus dibarengi dengan kualitas yang baik," ujar Sonny.

Dengan total sekitar 428 ribu unit pelaku usaha, Sonny optimis Jambi mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Pulau Sumatera.

Sonny mengingatkan bahwa Presiden RI tengah mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai delapan persen. Hal ini krusial agar Indonesia tidak terjebak dalam jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Demi menyukseskan target tersebut, data yang akurat melalui Sensus Ekonomi sangat dibutuhkan. Sonny pun meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Harapan kami, kalau ada masyarakat/pelaku usaha yang tidak mau didata, mohon berkenan bantuan dari pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota," pintanya.

Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin negara yang digelar 10 tahun sekali (setiap tahun dengan akhiran angka enam). Namun, Sonny membeberkan bahwa SE 2026 kali ini memiliki tiga terobosan baru yang membedakannya dengan sensus terdahulu, yakni :

Mencakup Sektor Pertanian: Jika sebelumnya SE mengecualikan sektor pertanian, tahun ini sektor tersebut resmi dimasukkan dalam pendataan.

Menyasar Sektor Rumah Tangga: Pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha formal, melainkan hingga ke tingkat keluarga demi memahami aktivitas ekonomi masyarakat secara utuh.

Pemanfaatan Gadget dan AI: Proses sensus kini dibantu oleh perangkat digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) agar hasil data jauh lebih presisi dan akurat.

BPS juga mengusung jargon TIR sebagai pesan kepada masyarakat, yaitu: Terima petugas SE2026, Isi datanya dengan benar, dan Rahasia pasti terjaga. Sementara untuk petugas lapangan, Sonny menekankan dua poin penting: jangan ada yang terlewat dan data harus akurat.

Selain pertumbuhan yang merata, Jambi juga menorehkan prestasi sebagai provinsi dengan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) paling efisien di Sumatera, yakni sebesar 4,89.

Sebagai informasi, ICOR adalah indikator yang menunjukkan besarnya investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah angkanya, maka investasi di wilayah tersebut dinilai semakin efisien.

"Target Presiden untuk ICOR di Indonesia adalah di bawah enam. Kami sudah bertemu dengan Menteri PU, beliau ingin kami ukur secara jujur. Targetnya di bawah enam, dan Jambi sudah berada di bawah itu dengan angka 4,89," ungkap Sonny bangga.

Di akhir penyampaiannya, Sonny menegaskan bahwa SE 2026 bukan sekadar urusan angka, melainkan instrumen penting untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan intervensi dan pemberdayaan ekonomi.

"Di balik setiap angka pasti ada kemanusiaan, ada jutaan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui data ini, pemerintah bisa mengambil kebijakan berbasis data (data-driven). Jika kebijakan diambil hanya berdasarkan kira-kira, dampaknya pasti tidak akan optimal," pungkasnya. (tts)





Artikel Rekomendasi