Cegah Dampak Kabut Asap, FH UNJA dan PT WKS Bagikan 6.000 Masker untuk Mahasiswa



Kamis, 17 September 2026 - 16:00:57 WIB



Foto : Antisipasi Kabut Asap
Foto : Antisipasi Kabut Asap

JAMBERITA - Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA) bersama PT Wirakarya Sakti (WKS) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Hukum menyalurkan sebanyak 6.000 masker kepada mahasiswa di lingkungan kampus, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum UNJA, Dr. Dony Yusra Pebrianto, S.H., M.H., bersama tim PT Wirakarya Sakti serta perwakilan Ormawa Fakultas Hukum UNJA.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Dony mengarahkan tim dan Ormawa Fakultas Hukum untuk turun langsung membagikan masker di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa. Pembagian dilakukan di kawasan Hexagonal, kantin, serta beberapa gedung perkuliahan di lingkungan UNJA.

Dr. Dony menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons Fakultas Hukum UNJA bersama PT WKS terhadap kondisi kabut asap akibat karhutla. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi terpapar gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.

 “Ini merupakan respons kita terhadap kabut asap sebagai dampak dari karhutla yang terjadi saat ini. Dan tentu mahasiswa juga merupakan kelompok rentan yang bisa terpapar ISPA tersebut. Upaya ini sebenarnya upaya yang kami coba untuk mitigasi dampak dari kabut asap itu,” jelas Dr. Dony.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak swasta dalam merespons persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Sebagai mitra UNJA, PT WKS turut mengambil bagian dalam aksi kepedulian tersebut.

“Persoalan ini merupakan persoalan bersama. Maka juga butuh kerja sama semua pihak, bukan cuma perguruan tinggi dengan swasta, termasuk dengan pemerintah, pemerintah daerah, semua lapisan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian masker didukung oleh seluruh lapisan Ormawa dan mahasiswa Fakultas Hukum UNJA, baik dari Program Studi Sarjana Ilmu Hukum maupun Program Studi Ilmu Sosial, Hukum, dan Pemerintahan, termasuk BEM, DPM, serta organisasi kemahasiswaan lainnya.

Perwakilan PT Wirakarya Sakti, Taufik Qurochman, S.H., M.H., selaku Public Affairs Head/Kepala Humas, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi terhadap potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Berbak dan Sembilang yang masih mengalami kebakaran dalam sekitar dua minggu terakhir.

“Kalau kita lihat, kemarin hari Minggu itu saya terbang ke sana. Itu kalau dilihat sudah hampir kurang lebih 8 ribuan hektare,” ujar Taufik.

Taufik mengatakan luasnya area kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, lokasi yang berada di kawasan taman nasional membuat penanganan melalui jalur darat membutuhkan koordinasi dan persetujuan dari pihak terkait. Hingga saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan dengan menggunakan helikopter.

“Kita sebenarnya sudah mulai dari 15 hari yang lalu konsep pembagian masker. Pembagian masker kita ke organisasi-organisasi, ke lembaga lain. Kemarin kita diskusi, ternyata kampus belum tersentuh,” jelasnya.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap Kota Jambi karena arah angin dapat membawa asap menuju wilayah perkotaan. Paparan asap juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Sebanyak 6.000 masker yang disiapkan PT WKS kemudian didistribusikan dengan melibatkan Fakultas Hukum dan Ormawa Fakultas Hukum. Dr. Dony juga mengarahkan Ormawa untuk membantu pendistribusian masker melalui organisasi dan wadah kemahasiswaan masing-masing agar dapat menjangkau mahasiswa dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

Melalui kolaborasi tersebut, pembagian masker diharapkan tidak hanya menjadi bentuk perlindungan bagi mahasiswa dari paparan kabut asap, tetapi juga mendorong kesadaran untuk melakukan proteksi diri serta kepedulian bersama terhadap dampak karhutla.

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi