JAMBERITA.COM– Ketua Dewan Penasehat PW FAHMI UMMI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, menegaskan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus FAHMI UMMI bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk memulai pengabdian dan kerja nyata bagi umat, masyarakat, daerah, bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Sutan Adil Hendra atau SAH dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah FAHMI UMMI Provinsi Jambi sekaligus Pengukuhan Pengurus Daerah FAHMI UMMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.
Menurut SAH, keberhasilan FAHMI UMMI ke depan tidak cukup diukur dari besarnya struktur organisasi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Pelantikan bukan sekadar seremoni. Pelantikan adalah awal dari tanggung jawab, dan pengukuhan adalah awal dari pengabdian,” tegas SAH.
Ia mengatakan, FAHMI UMMI memiliki posisi strategis dalam memperkuat silaturahmi, membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta ikut membentuk generasi penerus yang beriman, berilmu dan berakhlak.
Dalam konteks tersebut, SAH juga menilai pesan Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi relevan dengan semangat pengabdian FAHMI UMMI.
Romo Syafi’i menegaskan bahwa kehidupan beragama di Indonesia harus dibangun di atas pemahaman yang benar terhadap ajaran agama masing-masing. Menurutnya, seluruh agama yang diakui di Indonesia memiliki ajaran mengenai pentingnya hidup dalam harmoni dan kerukunan.
“Tidak boleh saling mencurigai antarsesama umat beragama,” tegas Romo Syafi’i saat silaturahmi tokoh lintas agama di Jambi, Selasa (29/9/2026). Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kata-kata atau ajakan yang dapat merusak kerukunan.
Romo Syafi’i juga menyampaikan bahwa penguatan hubungan dengan tokoh-tokoh lintas agama merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Kerukunan antarumat beragama, menurutnya, merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa.
SAH menilai semangat tersebut sejalan dengan peran FAHMI UMMI sebagai organisasi yang berbasis silaturahmi dan pengabdian.
Ia mengatakan seorang ibu memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi bangsa. Dari keluarga, kata dia, anak pertama kali memperoleh pendidikan, nilai agama, akhlak, kedisiplinan, kasih sayang dan karakter.
“Karena itu, saya berharap FAHMI UMMI tidak hanya menjadi wadah untuk berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi benar-benar menjadi wadah perjuangan, pengabdian dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepada para pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan, SAH menitipkan sejumlah pesan penting. Pertama, menjaga amanah organisasi dengan keikhlasan dan integritas.
“Jabatan dalam organisasi adalah kesempatan untuk melayani, bukan untuk dilayani,” katanya.
Kedua, SAH meminta seluruh jajaran menjaga persatuan dan kekompakan. Perbedaan pendapat dalam organisasi, menurutnya, merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
Ketiga, ia mendorong FAHMI UMMI membangun program kerja yang nyata, sederhana dan terukur.
“Lebih baik sedikit program tetapi nyata hasilnya dan dirasakan masyarakat daripada banyak program namun berhenti sebatas rencana,” tegasnya.
Keempat, SAH mendorong penguatan sinergi antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah. Sinergi juga perlu dibangun bersama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi lintas elemen tersebut semakin penting di tengah masyarakat yang majemuk. Organisasi kemasyarakatan, termasuk FAHMI UMMI, dapat mengambil bagian dalam memperkuat silaturahmi, toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis.
Selain itu, SAH mengingatkan agar akhlak menjadi landasan dalam setiap aktivitas organisasi.
“Sebesar apa pun organisasi yang kita bangun, tidak akan memiliki arti apabila tidak dilandasi kejujuran, ketulusan, kesantunan dan rasa saling menghormati,” tuturnya.
SAH optimistis FAHMI UMMI Provinsi Jambi dapat berkembang menjadi organisasi yang kuat sekaligus memberikan manfaat luas apabila seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan kebersamaan.
Ia pun menitipkan satu semangat kepada seluruh jajaran FAHMI UMMI Provinsi Jambi, yakni “Kuat dalam silaturahmi, ikhlas dalam pengabdian, nyata dalam karya, dan luas dalam memberikan manfaat.”
Kepada Ketua PW FAHMI UMMI Provinsi Jambi, Dr. Nuraida Fitri Habi, beserta seluruh jajaran dan para Ketua Pengurus Daerah FAHMI UMMI Kabupaten/Kota, SAH menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diberikan.
“Jadikan pelantikan dan pengukuhan ini sebagai titik awal untuk bergerak bersama. Kita tidak cukup hanya menjadi organisasi yang besar secara struktur. Kita harus menjadi organisasi yang besar karena manfaatnya, kuat karena persatuannya, dan dihormati karena pengabdiannya,” pungkasnya.(*)
Pelantikan FAHMI UMMI, SAH Tekankan Amanah, Pengabdian dan Kerukunan
Sidang Sucolite Perumda Tirta Mayang Jambi : PH Sebut Unsur PMH & Persekongkolan Tak Terbukti
INFOGRAFIS : Rp20 triliun untuk perkuat keuangan BPJS Kesehatan
SAH Apresiasi Kementerian Haji, Sebut Arahan Prabowo Pangkas Antrean Haji Jadi 14 Tahun
SAH Dorong Pendidikan Kader Gerindra hingga Akar Rumput, Perkuat Partai dari Basis Terbawah
Waka DPRD Jambi Ungkap Dua Kepala Daerah di Jambi Belum Sepakat Soal PI WK Jabung
Parah! Kualitas Udara Kota Jambi Masuk Kategori Berbahaya, Sekolah PJJ Diperpanjang Lagi



