UNJA Dorong Pengembangan Hutan untuk Bioekonomi Berkelanjutan



Minggu, 01 November 2026 - 05:29:00 WIB



Foto: seminar bertajuk “Pengembangan Bioenergi dan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu untuk Industri Masa Depan” .
Foto: seminar bertajuk “Pengembangan Bioenergi dan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu untuk Industri Masa Depan” .

JAMBERITA.COM - Hutan tak hanya menyimpan kayu. Biomassa hingga resin, minyak atsiri, dan jernang menyimpan peluang energi dan industri masa depan. Peluang itu dibahas dalam seminar bertajuk “Pengembangan Bioenergi dan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu untuk Industri Masa Depan” yang digelar Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA), Rabu (28/10/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid di Ruang Bersama Fakultas Pertanian UNJA dan melalui Zoom Meeting.

Seminar dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Faperta UNJA, Prof. Dr. Mursalin, S.TP., M.Si.; Ketua Jurusan Kehutanan, Dr. Ir. Eva Achmad, S.Hut., M.Sc., IPM; dan Ketua Pelaksana, Yunia Frida Adelka, S.Hut., M.Si. Hadir pula perwakilan PT Wirakarya Sakti (WKS), Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta dosen dan mahasiswa di lingkungan Jurusan Kehutanan Faperta UNJA.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dewi Yunita Widiarti, Community Development Head Region Jambi–Musi Banyuasin PT WKS, dan Dr. Gunawan Tri Sandi Pasaribu, S.Hut., M.Si., dari Pusat Riset Botani Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prof. Mursalin, yang mewakili Dekan Faperta UNJA, membuka seminar secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyebut seminar rutin sebagai upaya memperkuat atmosfer akademik sekaligus memperluas wawasan mahasiswa tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

“Ini merupakan upaya kami menghidupkan suasana akademik dan menyelaraskan ilmu yang diberikan kepada mahasiswa agar tidak ketinggalan zaman dan tetap update,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjadikan materi dari narasumber sebagai pengayaan ilmu yang didapat selama perkuliahan.

Pada sesi pertama, Dewi Yunita Widiarti memaparkan materi “Bioenergi dari Biomassa Hutan: Peluang Teknologi dan Prospek Industri”. Menurutnya, biomassa hutan berpotensi menjadi sumber energi alternatif sekaligus memberi nilai tambah bagi sumber daya hayati yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Harapannya, biomassa itu tidak hanya menghasilkan energi, tetapi bagaimana sumber daya hayati yang belum termanfaatkan secara optimal dapat memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Dewi menambahkan, pengembangan bioenergi perlu memperhatikan ketersediaan bahan baku, kesesuaian teknologi, efisiensi pengolahan, kelayakan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Ia juga menyoroti peluang kerja sama antara perusahaan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian untuk mengembangkan biomassa serta hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Pada sesi berikutnya, Dr. Gunawan menyampaikan materi “HHBK sebagai Pilar Bioekonomi Hutan: dari Hulu hingga Hilirisasi Industri”. Ia memaparkan beragam potensi HHBK, seperti resin, minyak atsiri, tumbuhan obat, rotan, damar, jernang, dan kemenyan, yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Potensi tumbuhan hutan ini bisa menjadi ide penelitian, termasuk untuk skripsi. Mahasiswa dapat mengkaji potensinya, kandungan kimianya, serta senyawa-senyawa pencirinya untuk dikembangkan lebih lanjut,” ungkapnya.

Menurutnya, penelitian dan inovasi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan HHBK, mulai dari identifikasi bahan baku hingga pengembangan produk bagi kebutuhan masyarakat dan industri.

Dari ruang seminar ini, diharapkan mahasiswa membawa pulang lebih dari sekadar catatan: bekal untuk melihat peluang, bertanya lebih kritis, dan melangkah ke penelitian maupun dunia kerja dengan arah yang lebih jelas. Diskusi yang terbangun pun diharapkan terus berlanjut menjadi kerja sama nyata antara kampus, peneliti, dan industri.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id

 





Artikel Rekomendasi