JAMBERITA.COM- Pandangan Umum Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan kontrak BOT Pemerintah Provinsi Jambi dengan PT Simotha Putra Paramuda (WTC) Mall dan renegosiasi kontrak kepada Ratu Hotel.
"Harus dicermati dan patut untuk dipertanyakan," terang juru bicara fraksi dalam rapat paripurna tentang laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Jambi tahun 2017, kemarin (3/4/2018).
Pada tahun 2017 dari target Rp 450 juta hanya terealisasi Rp 209,3 juta. Hal ini patut untuk dipertanyakan mengingat aset yang disertakan dalam BOT cukup strategis dan memiliki pangsa pasar yang prospek.
"Selain itu, renegoisasi kontrak BOT dengan pihak Ratu Hotel juga belum menemui titik terang," terangnya.
Nilai kontribusi sebesar Rp 250 juta setahun dinilai sangat kecil dibandingkan aset tanah, kolam renang, dan balai pertemuan yang disertakan."Sementara usulan kontribusi laba Rp 1 Miliar pertahun juga belum menemui kata akhir," tambahnya.
"Fraksi Gerindra kembali menyatakan bahwa Pemprov Jambi harus mampu bersikap tegas terhadap pihak swasta atau pihak ketiga yang menjalin kerjasama, mampu berkontribusi maksimal bagi pembangunan daerah," pungkasnya.(afm)
Kota Jambi Sukses Sabet Penghargaan Penampilan Terbaik di Karnaval Budaya Nusantara APEKSI ke-18
3 Kampus Besar di Jambi Berkolaborasi : Sulap Pekarangan Rumah Jadi Senjata Pemukul Stunting
Wali Kota Jambi Peringatkan ASN Jangan Ngonten-Live saat Jam Kerja, Ancam Copot Kepala OPD Malas
Wah.. Artis Sumbar Rayola Meriahkan Pertemuan Terbatas Zainal-Arsal di Gunung Raya
DPRD Desak Dishub Provinsi Jambi Tangani Truk Batubara, PDIP : Cabut Saja Izinnya
Kabar Duka : Mantan Rektor UNJA Dua Periode Dr H Kemas Arsyad Somad Tutup Usia



