JAMBERITA.COM, SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menyebut tidak menemukan indikasi akan ada teror di Surabaya. Karena selama ini kondisi kota pahlawan ini kondusif. Ia menduga kejadian ini terkait dengan kejadian di Jakarta baru-baru ini.
Saat ditemui jamberita.com di sela peninjauan Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna, Kapolda mengatakan jika selama ini Surabaya kondusif. Namun, Ia mengakui diduga ada pengaruh dari penyerangan di Mako Brimob.
Baca juga: Update Teror Bom Surabaya: 8 Orang Meninggal Dunia, 38 Orang Luka-Luka
“Kita tidak pernah ada tanda-tanda. Jawa timur selama ini kondusif. Ini mungkin imbas kejadian di Jakarta, kemudian viral, ada himbauan dari pimpinan untuk ‘berjihad’. Beberapa orang sengaja menyerang ke markas,” katanya.
Namun demikian, Ia meminta masyarakat Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya untuk tetap tenang. Kepolisian saat ini terus berusaha untuk mensterilkan tiga lokasi ini.(*/sm)
Update Terbaru: Korban Ledakan Gereja Bertambah 1, Jadi 9 Orang
Update Teror Bom Surabaya: 8 Orang Meninggal Dunia, 38 Orang Luka-Luka
Lebih dari 1 Titik, ini 3 Lokasi di Surabaya yang Diguncang Bom Pagi Ini
Kejati Jambi Sembelih 14 Hewan Kurban, Daging Langsung di Distribusi ke Masyarakat


