Berbekal Ilmu Pemerintahan, Mahasiswa STISIP NH Ini Siap Membangun Desa



Minggu, 03 Juni 2018 - 07:34:38 WIB



Asnawi
Asnawi

JAMBERITA.COM - Salah satu Mahasiswa STISIP NH JAMBI Asnawi  ternyata tak sekedar mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Tapi Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Desa di Teluk Kulbi Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi.

Saat ditemui Jamberita, Asnawi mengaku kepercayaan yang diberikan untuk menjadi Sekdes di kampung halannya tidak terlepas pendidikan  yang dia dapatkan dari STISIP NH.

"Tentunya saya di percaya, karena saya punya bekal, artinya memang saya tengah menjalankan pendidikan ambil Prodi Ilmu Pemerintahan," ungkapnya, kepada Jamberita.com, Minggu (3/6/2018)

Dari bekal yang dimaksud, Asnawi mengaku, sangat bermanfaat dan sejalan dengan pekerjaan yang kini dia jalankan, dalam membantu Kepala Desa (Kades) atau Pemerintah setempat untuk membangun desa dan berusaha untuk memberdayakan SDM menjadi lebih baik lagi.

"Kebetulan, desa ini desa saya sendiri. Jadi dari saya belajar dan apa yang saya dapatkan dari STISIP NH sangat bermanfaat sekali, baik bagi saya sendiri, ataupun masyarakat setempat," terangnya.

Keputusan yang dia ambil dalam meneruskan pendidikan dan mengambil  Ilmu Pemerintahan itu tidak sia-sia. Melainkan, bisa mengajarkan dirinya untuk berupaya mewujudkan azaz manfaat bagi orang banyak khususnya masyarakat.

"Saya punya program ingin membuat smart kampung berbasis online, untuk lebih memudahkan masyarakat setempat dalam mengurus segala bentuk administrasi," kata Asnawi.

Nantinya, dengan smart kampung ini. Dirinya berharap, dapat juga membawa manfaat masyarakat Teluk Kulbi untuk lebih mengenal dunia teknologi yang semakin hari semakin canggih.

"Selain mengurus administrasi, juga pastinya smart kampung ini bisa digunakan bagi Pemerintah setempat untuk dapat memberikan kemudahan informasi kepada masyarakat secara transparan," terangnya.

Mulai dari program kerja, anggaran dana desa serta pembangunan pembangunan apa saja yang akan direncanakan dan sudah dikerjakan. "Jadi masyarakat bisa menilai, oh Pak Kades dan jajarannya memang kerja, masyarakat juga bisa memberikan kritik, saran melalui smart kampung ini," tambahnya.

Selanjutnya jika ini terealisasi, maka pengembangan perekonomian desa bisa memanfaatkan alat sarana dan prasarana yang berbasis online, seperti misalnya adanya Warnet, tersedianya WIFI.

"Misalnya, kalau adanya potensi potensi desa, atau produk produk unggulan yang bisa dijadikan pendapatan oleh masyarakat setempat. Ya bisa saja ini kita manfaatkan dan kita tawarkan produk tersebut melalui online," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi