SALATIGA - Hubungan kekeluargaan antara satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 Kodim 0714/Salatiga dengan semua warga baik di perkampungan maupun di lokasi pembangunan di desa Bonomerto kecamatan Suruh kabupaten Semarang terasa semakin akrab seperti sudah kenal lama. Hal itu terlihat disela-sela pengerjaan pengecoran jalan mereka saling bercanda dan bergurau sekedar penghilang lelah.
Dengan angkong di tangan Praka Anton dan Kopda Rudi dengan beruntun mendorong angkong guna mengantri untuk mengisi material yang akan di suplai ke molen, berjejer pula ibu ibu tua sambil bersandar di pematang sawah sambil melihat bapak-bapak hilir mudik membawa bahan material dengan menggunakan angkong. Mbah Fatimah bersama ke dua tetangganya dari dusun Gedong ikut dalam pekerjaan ini, walau sekedar datang sudah memberikan hal yang positif bagi warga lain. Bagi warga bahwa TNI itu benar-benar milik rakyat dan di cintai rakyat.
Mbah-mbah ini memang tidak kami larang untuk ikut bepartisipasi dan kami juga menyadari kondisi mereka, kami tidak memaksa mereka untuk bekerja sudah datangpun sangat baik. Kadang mereka malah memberikan semangat dan banyolan sehingga kami TNI dan warga terasa terhibur," lanjut Serda untung. "Sebagai anggota TNI harus kuat ototnya ya pak kudu gagah tapi ojo galak (tapi jangan galak-red), wah apalagi kerja sambil memakai kacamata makin keren kayak saya waktu masih umur 18san suka modis, tapi modis jaman dulu pake bedak beras, kacamata kuda," seloroh mbah Fatimah.(*)
Dilaporkan: Imam Chanafi


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



