JAMBERITA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi membantah soal pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal angka anak kurang gizi di Jambi mencapai 30 persen.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jambi Oki Pramana mengatakan itu tidak benar, karena berdasarkan hasil pemantauan gizi secara nasional yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan (Menkes) RI di provinsi Jambi tahun 2017 hanya mencapai 10,6 persen.
"Balita umur 0-59 Bulan menurut data persentase, sangat kurus (gizi buruk) 3,8 persen dan kurus (gizi kurang) 6,8 persen, jadi prevalensi gizi kurus sebesar pada tahun lalu itu hanya 10,6 persen," ungkapnya saat ditemui Jamberita.com pagi ini diruang kerjanya, Senin (30/7/2018).
Sementara untuk jumlah kasus gizi buruk dari tiga tahun terakhir yang didata oleh pihak Dinkes se Provinsi Jambi itu, tahun 2016 sebanyak 84 kasus, 2017 85 kasus dan untuk tahun 2018 hingga bulan Juni ini hanya 75 kasus.
"Untuk jumlah kasus ini per triwulan kita dapatkan, intinya kami (Dinkes) tetap menekan kasus gizi buruk dengan berbagai cara dan kita juga melakukan kegiatan pemantauan, ketika memang ada seperti itu cepat untuk ditangani," pungkasnya.(afm)
Dansat Brimob Polda Jambi Hadiri Pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Paskibraka Provinsi
Sekda : Mari Kita Pupuk Semangat Dan Nasionalisme Di Kalangan Pemuda
Ketua dan Pengurus KICI Jambi Resmi Dilantik, Begini Komitmennya Kepada Kaum Ibu-Ibu di Jambi
Tokoh Masyarakat 4 Lawang di Jambi Desak JM-YM Berantas Aksi Begal
Ratusan Umbul-umbul Terpancang di Komplek Perkantoran Gubernur Jambi, Ini Rupanya
Selain Lahan 13,4 Ha untuk Kodam, Al Haris Juga Hibahkan Dana Rp2,5 M Pembangunan Rumdis Kasrem

