Sudah Diakui Dunia Internasional, Fasha: Bangkit Berdaya Wujud Gotong Royong di Kota Jambi



Selasa, 31 Juli 2018 - 18:06:17 WIB



Fasha saat meninjau stan di  Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV Tingkat Kota Jambi
Fasha saat meninjau stan di Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV Tingkat Kota Jambi

JAMBERITA.COM –  Walikota Jambi Syarif Fasha menyebutkan jika program bangkit berdaya yang sudah dijalankan selama ini adalah implementasi dari semangat gotong royong. Ini karena warga bisa menikmati infrastruktur jalan dan bangunan fisik lainnya lewat partisipasi masyarakat sendiri.

Ini disampaikan Fasha saat acara puncak pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV Tingkat Kota Jambi  di lapangan RT.39 Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Paal Merah, kawasan Marene, Selasa (31/7/2018).

Walikota Jambi, Syarif Fasha menyebutkan Bangkit berdaya merupakan salah satu kegiatan gotong royong yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Dimana, satu RT menerima bahan, lalu dikerjakan bersama-sama. “Ini lebih hemat, warga turut menjaga,”katanya.

Bahkan, program ini sudah mendunia karena mendapatkan apresiasi dunia internasional. "Saya pernah mendapat penghargaan di Montreal Quebec Kanada pada tahun 2017 yang diberikan oleh lembaga internasional yang namanya International Observation Participatory Democracy (IOPD)," ujarnya.

Dalam 7.000 Kabupaten/Kota yang dinilai sedunia oleh IOPD, Kota Jambi termasuk dalam 30 besar dan satu-satunya yang mewakili Indonesia. "Inovasi yang kami beri adalah Bangkit Berdaya. Kelihatannya sangat remeh cuma gotong royong akan tetapi penilaiannya itu adalah bagaimana partisipasi masyarakat terhadap kegiatan pembangunan yang tidak ada di negara Barat," lanjutnya.

Fasha juga melanjutkan bahwa pada tahun 2016 inovasi Kampung Bantar juga sudah masuk ke dalam 30 besar dunia dan kalah ketika memasuki 12 besar.

"Tahun 2016 juga Kampung Bantar sudah gol dalam 30 besar yang waktu itu penilaiannya di Kolombia namun dikerucutkan lagi menjadi 12 besar dunia di China tapi kita kalah dan Kota Malang yang mewakili Indonesia," pungkasnya. (Cpm)



Artikel Rekomendasi