Hari Kesaktian Pancasila. Murady: Jadikan Momentum Membangkitkan Semangat Nasionalisme



Senin, 01 Oktober 2018 - 11:54:15 WIB



JAMBERITA.COM – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dianggap oleh Drs. H. A Murady Darmansyah sebagai salah satu wujud untuk memupuk dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme.

Bahkan Murady mengajak warga Indonesia untuk menjadikan momentum ini sebagai penyemangat dalam membangkitkan nasionalisme.

“Peringatan hari kesaktian pancasila ini mestinya dapat menancapkan kembali semangat nasionalisme kita, semangat kecintaan kita pada Pancasila, menancapkan kembali semangat nasionalisme kita,” katanya. Senin (01/10/2018).

Selain itu, kata mantan anggota DPR RI Periode 2009-2014 ini, refleksi hari kesaktian Pancasila juga harus didorong agar membangkitkan kecintaan generasi bangsa pada Pancasila.

Disampaikan calon anggota DPR-RI daerah pemilihan Provinsi Jambi dari Partai Gerindra ini, bahwa selaku generasi bangsa tidak boleh melupakan sejarah. Karena itu negara ini selalu mempertingati hari-hari penting nasional, termasuk hari kesaktian Pancasila.

“Sejarah mengingatkan tentang adanya peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila mengandung makna yang amat penting bagi sejarahperjalanan Bangsa Indonesia. Karena itulah Pancasila dijadikan sebagai dasar negara ini,” katanya.

“Artinya segala tindak tanduk dari orang-orang yang termaktub sebagai warga negara dari republik yang bernama Indonesia, haruslah didasarkan pada nilai-nilai dan semangat Pancasila. Apakah dia sebagai seorang politisi, birokrat, aktivis, buruh, mahasiswa dan lain sebagainya. Akan tetapi banyak kenyataan yang bisa membuktikan bahwa nilai-nilai dan semangat Pancasila sudah kurang membumi saat ini,” imbuhnya.

Hanya saja kata Murady Darmansyah, saat ini semangat Pancasila sudah kurang membumi. Hal itu bisa dilihat dari kebersamaan dan persaudaraan yang mulai melemah.

“Salah satu bukti bahwa semangat dan nilai Pancasila tidak membumi di negeri ini adalah terlihat dari kebersamaan dan persaudaraan kita yang mulai melemah. Padahal dilihat dari sejarahnya bahwa bangsa ini dari awalnya adalah bangsa yang kaya akan keberagaman. Kaya akan perbedaan,” paparnya.

Singkatnya imbuh Murady, bangsa ini adalah bangsa yang pluralistik. Keberagaman menjadi jati diri kita sebagai sebuah bangsa. Karena itu, keberagaman tidak perlu dihilangkan. Dia hanya perlu dihargai, dihormati dan diperlakukan secara adil.

“Kesaktian disini bukan diartikan pancasila secara aktif mampu melakukan sesuatu, melainkan pandangan serta nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila mampu ditransformasikan oleh komponen bangsa dalam berkehidupan kebangsaan dan bernegara,” pungkasnya. (*)



Artikel Rekomendasi