Salah Jurusan; Nggak Selamanya Salah



Minggu, 04 November 2018 - 21:14:28 WIB



Oleh: Dwi Novia Hastuti*

 

Menjadi mahasiswa itu memang terlihat keren. Ya bagaimana tidak, kata maha di depan kata siswa itu membuat penyandangnya seakan besar. Padahal arti kata maha berarti teramat, sedangkan arti siswa berarti murid. Arti kata murid berarti orang (anak) yang sedang berguru (belajar, bersekolah).

Menjadi mahasiswa adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan. Pada saat ini, seseorang berkembang untuk memusatkan seluruh kemampuan serta bakat yang dimiliki dalam lembaga kampus.

Lalu, kenapa mahasiswa bisa salah jurusan?

Ada beberapa faktor  kenapa mahasiswa bisa salah jurusan, salah satunya bisa disebabkan pilihan pertama saat mendaftar tidak lolos, dan lolos pada pilihan kedua bahkan ada yang dipilihan ketiga. Dalam hal ini, kita harus benar-benar tahu bagaimana jurusan yang kita pilih. Usahakan jurusan yang dipilih sesuai dengan kemampuan dan bakat kita. Jangan hanya pilihan pertama saja yang sesuai dengan kemampuan dan bakat kita, tetapi buatlah cadangan jika tidak lolos di pilihan pertama, dan pilihan kedua atau ketiga masih dalam lingkup kemampuan dan minat kita.

Pilihan saat itu memang cuma dua: bertahan atau pindah. Namun tidak sedikit yang lebih memilih pindah jurusan. Padahal, coba Anda pertimbangkan hal yang tak bisa Anda kembalikan. Waktu kuliah yang telah ditempuh dan memulainya lagi dari nol pada jurusan lain bukanlah ide yang baik.

Salah jurusan memang sebuah dilema besar bagi mahasiwa yang sedang menjalani studi. Kadang peristiwa tersebut membuatnya berpikir kalau tak ada masa depan baginya di jurusan tersebut. Namun bagi orang-orang yang bermental pemenang, mereka akan yakin mampu melewatinya.

Jika Anda merasa salah memilih jurusan kuliah, bukan berarti masa depan akan semakin jauh dari cita-cita. Arah masa depan Anda selanjutnya sangat tergantung dari cara menyikapi keadaan, kemampuan untuk bertahan dan berfikir maju. Jurusan kuliah juga tidak membatasi kemampuan seseorang.

Siapa yang tidak kenal Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang telah sukses berkarir sampai saat ini. Tahukah Anda bahwa Mark Zuckerberg sempat merasakan kuliah di jurusan Psikologi Harvard University. Akhirnya Ia drop out dan memilih mengembangkan Facebook, yang pada awalnya laman ini hanya ditujukan untuk alumi Harvard saja. Dan pada akhirnya Facebook menyebar ke seluruh dunia dan digunakan oleh semua kalangan, dari anak muda hingga orang dewasa.

Cobalah mulai menekuni jurusan yang bukan panggilan hati Anda. Nyatanya Anda masih bisa bertahan sampai sekarang. Anda pasti mampu bertahan sampai akhir, sambil belajar mandiri sesuai passion Anda. Banyak kesempatan untuk belajar hal yang Anda inginkan di luar kelas. Ada banyak unit kegiatan mahasiswa dan komunitas yang eksis disekitar Anda, bukan?

Selain mengembangkan potensi, Anda juga bisa memperluas lingkaran sosial. Jadi, Nggak ada salahnya kan jika kita tetap bertahan pada jurusan yang sebenarnya kurang kita minati.

Jadi, mulai sekarang, ubahlah mindset Anda. Jadilah pribadi yang selalu positif. Apapun jurusan kuliah Anda sekarang, ambil hikmahnya dan manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita.

 

*Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia,Universitas Jambi



Artikel Rekomendasi