Istri Pejabat jadi Pendulang Suara Parpol, Ini Peluang Mereka



Senin, 25 Februari 2019 - 12:12:58 WIB



jafar Ahmad
jafar Ahmad

JAMBERITA.COM - Pada pemilu 2019 ini, makin banyak istri para pejabat yang maju menjadi caleg. Baik mereka yang sudah menjadi anggota dewan sebelumnya ataupun baru mencalonkan diri.

Berdasarkan catatan yang dirangkum Jamberita.com, ada banyak para istri pejabat yang maju. Baik aktif sebagai kepala daerah ataupun sudah tidak aktif.

Untuk yang masih aktif sendiri ada Istri Gubernur Jambi, Rahima Fachrori yang maju dari Partai NasDem untuk Dapil Bungo - Tebo. Ada Ririn Eka Wati, Istri dari Bambang Bayu Suseno ini maju dari PAN untuk DPRD Provinsi dapil Batanghari - Muaro Jambi.

Berikutnya ada Istri dari Bupati Tanjung Jabung Barat, Cici Halimah yang maju pada DPRD Tanjab Barat dari PDI Perjuangan. Juga ada Yuninta Asmara, Istri Bupati Batanghari ini maju di DPRD Batanghari dari Partai Golkar.

Ada juga istri Bupati Tebo yang notabene merupakan anggota dewan DPR RI, Saniatul Lativa yang maju dari Partai Golkar. Ada juga istri Wakil Bupati Sarolangun, Lili Suryani yang maju untuk DPRD Sarolangun dari PDI Perjuangan.

Bukan hanya mereka, ada juga mantan istri kepala daerah yang maju. Ada Yanti Maria, Istri dari Mantan Wakil Bupati Kerinci ini maju dari Partai Gerindra. Suliyanti, istri Mantan Bupati Muaro Jambi juga maju dari Partai Demokrat. Esrita Ermulan, istri Mantan Bupati Tanjab Barat ini juga maju dari PKS.

Ada Nurhayati, istri dari Mantan Asisten 3 Pemprov Jambi, Saifuddin. Yuli Yulianti, Istri anggota dewan, Zainal Abidin. Mereka semua maju dari Partai Demokrat.

Pengamat Politik Jambi, Ja'far Ahmad, mengatakan, para istri pejabat daerah ini memiliki potensi yang sangat besar untuk memenangkan pemilu dan meraup suara banyak. Bukan hanya para pejabat publik aktif, yang pernah menjadi pejabat publik pun juga memiliki peluang yang sama untuk menang. "Bukan hanya istri, anak dan keluarga juga berpotensi menang," katanya kepada Jamberita.com, Senin (25/2/2019).

Ia menyebutkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya yaitu mereka (istri pejabat, red) mudah untuk mempopulerkan diri ditengah masyarakat. Ditambah lagi kemampuan kuat untuk menggerakkan para tim sukses. "Pastinya semua itu ditunjang dengan finansial yang besar," sebut pria yang tergabung dalam Idea Institute ini.

Terkait kontribusinya nanti, itu tergantung kepada pribadi. Karena ini berkaitan dengan karakter para istri pejabat tersebut. Hal ini tidak bisa dihindari karena memang perilaku para pemilih. "Ini karena perilaku memilih masyarakat masih bisa dimobilisir," tukasnya. (am)



Artikel Rekomendasi