Rawan Kebocoran Retribusi Galian dan Bebatuan, Heri Juanda: Perlu Pos Pengawasan Ekstra



Senin, 25 Februari 2019 - 17:03:43 WIB



JAMBERITA.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini karena beberapa sumber kontribusinya masih mengecewakan dan rawan kebocoran.

Sumber PAD melalui pengelolaan sektor retribusi yang bisa mendatangkan PAD, seperti retribusi bahan galian bebatuan yang berada di Wilayah Ulu misalnya, perlu dilakukan pengawasan yang lebih ekstra.

Sebagaimana diutarakan Anggota DPRD Tanjabbar, Heri Juanda, perlu ada beberapa titik pos untuk memantau dan mencatat jumlah produksi bahan galian bebatuan.

Pasalnya, retribusi yang dikeluarkan harus sesuai dengan eksploitasi di lapangan.

“Retribusi dari rencana produksinya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di lapangan. Untuk menutupi kebocoran tersebut perlu diadakan pos pos utk cek poin terhadap produksi di setiap pengusaha tambang bebatuan,” ungkap Heri Juanda ke awak media, Senin (25/2/2019).

Sebelumnya, Bupati Tanjabbar Safrial saat memimpin rapat kerja bersama kepala OPD terkait belum lama ini terlihat kecewa dan mengakui masih ada beberapa sumber penerimaan PAD yang belum mencapai target yang telah ditetapkan.

Landasan pemungutan pajak dan retribusi daerah berupa Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 menjadi tantangan tersendiri membatasi keleluasaan daerah dalam menambah jenis pajak dan retribusi daerah.

"Daerah harus mampu mengoptimalkan penerimaan dari jenis pajak dan retribusi daerah yang ada sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bapenda Tanjab Barat Yon Heri dalam rapat tersebut mengakui, masih banyak sumber PAD yang belum terkelola secara optimal.

Dicontohkannya seperti penyediaan lahan parkir bagi mini market yang belum memiliki lahan parkir dan fasilitas pemerintah seperti pariwisata yang dapat dijadikan sumber retribusi. (Henky)




Tagar:


Artikel Rekomendasi