Tonggak Sejarah Kampus Pinang Masak : UNJA Genapkan 100 Guru Besar - Orasi Ilmiah Jadi Solusi Nyata!



Selasa, 26 Mei 2026 - 12:13:57 WIB



Foto : Rektor Unja Prof Helmi Saat Pengukuhan Empat Guru Besar Baru, Senin (25/5/2026)/hms/jmb.
Foto : Rektor Unja Prof Helmi Saat Pengukuhan Empat Guru Besar Baru, Senin (25/5/2026)/hms/jmb.

JAMBERITA.COM  - Universitas Jambi (UNJA) baru saja mengukir sejarah baru yang akan dikenang dalam perjalanannya sebagai episentrum pendidikan di Provinsi Jambi. Melalui Rapat Terbuka Senat yang digelar Senin, 25 Mei 2026 Kemarin, Kampus Pinang Masak ini secara resmi menggenapkan jumlah profesornya menjadi tepat 100 Guru Besar.

Pencapaian angka keramat "100" ini diraih setelah empat akademisi terbaik UNJA dikukuhkan secara sakral di Auditorium Gedung UNIFAC Lantai 1, UNJA Mendalo. Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi kampus, tokoh daerah seperti Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, hingga para mantan Rektor UNJA lintas periode.

Namun, momen ini bukan sekadar ajang selebrasi angka. Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menggarisbawahi bahwa kekuatan utama dari pengukuhan kali ini terletak pada bobot akademis yang dipaparkan. Keempat Guru Besar baru tersebut membawakan orasi ilmiah yang sangat membumi dan menyentuh langsung problem riil di tengah masyarakat.

“Apa yang disampaikan oleh beliau berempat ini memang menjawab solusi permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Prof. Helmi bangga.

Berikut adalah rangkuman gagasan dan solusi nyata yang ditawarkan oleh keempat profesor baru UNJA dalam orasi ilmiah mereka, mulai dari isu sawit hingga diplomasi global.

1. Prof. Dr. Ir. Mairizal, M.Si. (Fakultas Peternakan)

Keahlian: Mikrobiologi dan Enzimatik dalam Teknologi Pakan Unggas dan Non Ruminansia.

Solusi untuk Masyarakat: Melalui riset bioteknologi, ia merancang rekayasa mikrobiologi untuk mengoptimalkan bungkil inti sawit menjadi pakan ayam broiler (pedaging). Mengingat Jambi adalah salah satu lumbung sawit, inovasi ini menjadi jawaban konkret atas mahalnya pakan ternak impor, sekaligus mewujudkan kedaulatan pakan berbasis potensi lokal.

2. Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.H. (Fakultas Hukum)

Keahlian: Hukum Internasional.

Solusi untuk Masyarakat: Ia membedah dinamika hukum global lewat orasi terkait keselarasan perjanjian internasional dengan konstitusi Indonesia, khususnya menganalisis validitas Perjanjian Internasional Board of Peace (BoP). Riset ini krusial untuk menjaga kedaulatan hukum negara di tengah derasnya arus kesepakatan global.

3. Prof. Dr. A. Zarkasi, S.H., M.H. (Fakultas Hukum)

Keahlian: Ilmu Hukum.

Solusi untuk Masyarakat: Mengangkat isu yang selalu hangat di masyarakat, ia melakukan refleksi dan rekonstruksi terhadap sistem pemilu di Indonesia. Penataan hukum kepemiluan ini ditawarkan sebagai pilar untuk memperkuat demokrasi konstitusional yang lebih sehat dan berintegritas di tanah air.

4. Prof. Dr. Hary Soedarto Harjono, M.Pd. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)

Keahlian: Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Bahasa.

Solusi untuk Masyarakat: Membawa misi kultural, ia menggagas strategi diplomasi bahasa di kancah global melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Uniknya, riset ini berbasis studi kasus di lingkungan Melayu Jambi, mengangkat kearifan lokal ke panggung internasional.

Kehadiran 100 Guru Besar ini menjadi bukti komitmen institusi dalam meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi - pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., mengingatkan bahwa jabatan profesor memikul beban moral yang besar. Gelar ini harus didedikasikan sepenuhnya untuk kesejahteraan sosial, bukan sekadar pajangan daftar riwayat hidup. "Bukan sekadar gelar akademik, tetapi lebih mencerminkan amanah moral dan integritas dalam menjalankan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya demi pengembangan Universitas Jambi ini," tegasnya.

Dengan barisan 100 Guru Besar yang kini tersebar di seluruh fakultas, Universitas Jambi semakin siap melahirkan inovasi-inovasi tajam yang mampu mendongkrak program strategis nasional maupun daerah. Sejarah telah dicatat, dan masyarakat kini menanti buah bakti nyata dari para pemikir terbaik Kampus Pinang Masak.(afm)

Silahkan kunjungi www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi