Hendak Damaikan Adiknya, Siswa SMKN 4 Sarolangun Malah Tikam Kakak Korban Pemalakan di Sekolah



Kamis, 25 Juli 2019 - 19:02:03 WIB



JAMBERITA.COM, SAROLANGUN - W (22) pria yang merupakan alumni SMKN 4 Sarolangun, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sarolangun usai di tikam M (19) siswa SMK Negeri 4 Sarolangun , Senin (22/7). Pelaku dengan sengaja membawa senjata tajam (Sajam) yang disimpan dalam tas sekolahnya.

Kejadian ini terjadi karena M merasa tidak senang dengan kakak kandung Y (19) yang ingin mendamaikan pertikaian kedua belah pihak, pelaku dengan brutal menikam korban.

"Awalnya pelaku ingin menikam di bagian kepala, tapi saya mengelak dan akhirnya lengan bagian bawah kena. Cukup parah jahitan bagian dalam 4 sedangkan bagian luar tujuh," kata korban saat ditemui dikediamannya. Kamis (25/7).

Menurut keterangannya, tindakan kekerasan dan pemalakan terhadap Y (19) sudah sering terjadi. Bahkan sebelumnya sudah dilaporkan ke pihak sekolah, namun tidak ada tindakan dari pihak sekolah.

"Sudah 3 kali kita laporkan ke pihak sekolah, cuma tindakan pemalakan dan kekerasan masih di ulang lagi," ungkapnya.

Lanjutnya, Hari kejadian adik korban pulang cepat dari sekolah, merasa tidak tahan atas perlakuan tersebut memilih untuk pulang ke kos. Dengan heran korban menanyakan hal apa yang sudah terjadi. Adik korban pun tidak mau mengakuinya, merasa tak puas korban pun kembali memaksa agar menceritakannya.

"Iya bang, saya pulang lebih cepat karena tadi di sekolah saya diperas dan dipukul," ucap korban dengan mengutip percakapan adiknya.

Mendengar ceritanya, korban pun langsung mengajak adiknya untuk kembali ke sekolah. Ini guna menyelesaikan pertikaian tersebut. Setelah sampai di sekolah korban langsung izin kepada Satpam sekolah, untuk masuk menemui pelaku. Tidak lama kemudian korban bertemu dengan pelaku.

"Saya langsung tegur si M, dan saya tanya kenapa bertindak demikian terhadap adik saya Y, kalian masih sekolah tak sepantasnya berbuat seperti itu," ucap korban kepada pelaku berusaha untuk menasehati.

Merasa tidak senang dinasehati, pelaku dengan spontan memukulinya. Dan korban pun langsung mendorong pelaku, setelah itu pelaku langsung mengambil pisau yang ada di dalam tasnya dan berusaha menikam ke arah korban.

"Tidak hanya itu, kawan-kawan pelaku juga ikut menyerang ketika itu," bebernya.

Diakuinya, hingga saat ini belum ada titik kejelasan dari pihak pelaku, untuk menyelesaikan perkara tersebut.

"Kita sudah janji kemarin untuk berebmuk untuk mencari jalan keluar yang bagus, buktinya sampai sekarang tidak ada satu pun yang muncul," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 4 Sarolangun Safuan, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan mediasi dengan mengundang orang tua baik dari pelaku maupun korban.

"Iya benar, tapi masalahnya sudah selesai kita sudah panggilan orang tuanya. Dan kita sepakat untuk berdamai dan menandatangani surat penyataan, apabila salah satu pihak yang kedapatan memulai duluan maka harus siap untuk dikeluarkan dari sekolah," tegasnya.

Terkait sajam, ia mengakui tidak tahu apakah itu pisau atau sejata jenis apa. Pasalnya waktu kejadian barang bukti belum di temukan hingga saat ini. Selain itu juga ia menegaskan akan menindak tegas bagi siswa yang membawa sajam ke sekolah dan akan diberikan hukuman sesuai dengan aturan sekolah.

"Kita akan tindak tegas bagi siswa yang kedapatan membawa sajam, kita terus lakukan razia terhadap siswa minimal 2 kali seminggu. Jangankan sajam HP saja tidak boleh bawa ke sekolah," pungkasnya. (Bam)




Tagar:

# SAROLANGUN

Artikel Rekomendasi