JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra (SAH) menanggapi wacana pemindahan ibukota ke Kalimantan yang digulirkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Ini disampaikannya usai menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kota Jambi pada Jumat (23/8/2019).
Menurut SAH, ide pemindahan ibukota merupakan ide yang biasa-biasaya karena sudah lama digulirkan oleh presiden sebelumnya. Malah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pernah menggulirkan wacana pada tahun 2014 lalu.
Hanya saja, dalam realisasi kebijakan ini tidak boleh asal-asalan. “Yang perlu mendesak kita harus lihat perekonomia rakyat, bisa swasembada energi listrik, swasembada pangan biaya. Apalagi biaya pemindahan ibukota yang mencapai Rp500 triliun. Ini Bukan uang kecil,” katanya.
Menurutnya kondisi keuangan negara tidak dalam kondisi baik. Karena itu pemindahan belum masuk skala prioritas. Kecuali keuangan negara sudah naik dua digit. “Lihat dulu keuangan negara, kita sudah swasembada pangan, Jangan sampai mendahulukan fardu kifayah dari pada fardu ain. Karena Pemerintah memiliki kewajiban sandang dan pangan dan rakyatnya,” lanjutnya.
Soal wacana Kalimantan menjadi ibukota, harus dihitung. Disana lahannya gambut. Setiap tahun selalu ada masalah kebakaran hutan dan lahan. Belum lagi status lahannya. “Kalaupun mau pindah cari yang cost paling rendah. Pindahkan ke Muara Bungo. Lebih cocok,” katanya.
Apalagi Bungo itu berdekatan dengan Sumbar. Dimana Bukit tinggi juga pernah menjadi ibukota negara. “Jadi harus ditimbang kondisi tanahnya geologi, gepoliti, paling aman dan mewakili kepentingan semuanya,” jelasnya.(sm)
Jadi Pimpinan Sidang Sementara, Yasir Sampaikan Agenda DPRD Kota Jambi
Dilantik Sebagai Anggota Dewan, Muhammad Yasir Sampaikan Terima Kasih dan Minta Diawasi Masyarakat
Lebih Dekat dengan Joni Ismed, Aktivis 1998 yang Masuk Parlemen
Aliansi Pemuda Peduli Sarolangun Akan Laporkan KPU Sarolangun dan KPU RI ke DKPP dan Siap ke PTUN


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



