Oleh: Witri Paujiah(*)
Indonesia kini sedang tidak baik-baik saja, arus gelombang dan dampak modernisasi ikut menyumbang pengaruh tersebut terutama efek perkembangan teknologi informasi yang di dorong dengan mudahnya masuk game-game online yang merusak nalar kritis anak muda, dan yang malas membaca dan belajar bisa tambah semakin malas akibat game ini.
Sebut saja gamePlayer Unknown’s Battlegrounds atau biasa disingkat dengan PUBG. Player Unknown’s Battlegrounds atau PUBG adalah game online yang dimaikan menggunakan Handphone Android. Game ini di instal melalui play store. PUBG dapat di mainkan sendirian atau pun bersamaan dengan secara daring.
Game online sebenarnya banyak bukan hanya Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), tetapi ada juga Free Fire, Mobile Legends, dan masih game online lainnya. Namun untuk saat ini yang lagi buming di mainkan oleh anak muda adalah PUBG.
Game online ini banyak dimaikan oleh anak – anak muda maupun dewasa. PUBG tidak hanya dimainkan oleh laki – laki saja tetapi perempuan juga tidak sedikit yang ikut memainkan game online yang satu ini. Dan anehnya PUBG dapat membuat seseorang rela tidak tidur semalaman demi memainkan game online ini. Permainan ini terkadang membuat orang tersebut melupakan kewajibannya dan meninggalkan pekerjaannya bahkan ada yang lupa makan karena sudah terlalu asyik dengan game online.
Game online PUBG sangat berpengaruh pada tingkah laku seseorang tersebut akan merasakan kesenangan yang luar biasa pada saat menang dan apa bila kalah mereka pun marah kepada siapa pun yang ada didekatnya. Padahal game online hanyalah sebuah permainan biasa. Ibarat kata menang menjadi arang dan kalah akan menjadi abu. Tidak mendapat keuntungan apa pun.
Game online PUBG ini sangat berpengaruh besar bagi para pemuda karena hampir semua pemuda memainkan game online. Tampa memikirkan dampak positif dan negatif apa yang akan di dapat atas apa yang mereka mainkan, bahkan di Indonesia permainan ini sangat di gemari generasi milenial.
Orang – orang yang kecanduan game online ini kebanyakan anak – anak muda dan remaja. Dari anak – anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP hingga kebangku perkuliahan. Ada juga yang sudah berkeluarga tetapi masih kecanduan game online.
Kecanduan game online seperti ini harus segera di hentikan karena akan merusak generasi penerus bangsa. Jika di biarkan terus seperti ini maka akan melemahkan generasi Millenial untuk berkarya. Karena mereka hanya selalu memikirkan bagaimana cara menang dalam bermain dalam permainan, bukan memikirkan bagaimana membuat kemajuan negara.
Dampak buruk yang ditimbulkan karena terlalu banyak bermain game online adalah yang pertama kurangnya gerak anggota tubuh yang dapat menyebabkan otot dan sendi akan menjadi kaku. Kedua dapat merusak mata karena terlalu banyak terkena pancaran sinar handphone. Ketiga menyebabkan seseorang menjadi malas. Keempat dapat menyebabkan kemiskinan karena tidak bekerja dan terlalu menghamburkan uang untuk membeli paket data. Kelima kurangnya berkumpul bersama masyarakat atau sosial karena terlalu fokus pada game onlinenya. Dan yang keenam adalah hal yang paling parah yang di akibatkan oleh game online adalah gangguan kejiwaaan.
Menurut ahli psikiater RS dr. Soebandi Jember, dokter Evy Jusfina mengatakan bahwa sudah beberapa minggu belakangan ini terdapat lima orang anak dan remaja yang menjalani perawatan intensif disebuah rumah sakit dr. Soebandi yang di akibatkan karena kecanduan game online Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG. Tingkah lakunya sangat berubah drastis. Dikutip dari m.bangsaonline.com. Rabu 25 September 2019.
Dikutip dari kompas.com. Kamis 26 September 2019. Pemuda yang bernama Surya Utama yang tempat tinggalnya berasal dari Dusun. Desa Pinangripan. Kecamatan Air Batu Asahan. Sumatra Utara. Surya Utama mengalami kebutaan ia menderita penyakit Glaukoma. Diduga Surya Utama mengalami penyakit ini karena terlalu banyak bermain game online.
Dari sini sudah jelas sekali bahwa game online banyak sekali merugikan diri sendiri maupun orang tua. Namun kurangnya kesadaran anak – anak muda atas akibat game online. Seakan – akan sudah seperti diperbudak oleh game online.
Game PUBG ini adalah game online yang tidak baik dimainkan karena sistem permainannya adalah tembak – menembak untuk bertahan hidup disuatu pulau. Game ini dianggap terlalu keras dan brutal,. Sehingga ditakutkan akan anak - anak muda atau millenial mengikuti gaya hidup yang keras dan brutal.
Menurut wakil ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafiduddin mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan game PUBG ini diharamkan . dikutip dari m.cnnindonesia.com. Rabu 25 September 2019.
Di perkirakan pemain game online akan terus bertambah dari tahun ketahun. Jika orang tua membelikan Handphone ke anak usia dini. Orang tua harus benar – benar mengawasi anak – anaknya secara ketat agar pencandu game online tidak bertambah. Anak – anak tidak boleh terlepas dari pengawasan orang tua.
Peran orang tua di sini sangat dibutuhkan untuk terus memantau dan memberi nasehat – nasehat untuk anaknya agar dapat menggunakan Handphone untuk hal yang baik, dan mengfungsikan Handphone secara sewajarnya.
Oleh sebab itu, jangan sampai seolah – olah kita yang dikendalikan oleh Handphone Android. Tetapi seharusnya kita yang mengendalikan Handphone Android kita untuk hal yang lebih positif.
Semakin modern maka semakin berhati – hati jika tidak ingin terperdaya oleh mesin karena untuk saat ini saja banyak hal yang dapat di lakukan oleh mesin termasuk merusak daya fikir positif. Karena jika seseorang masih berfikir secara sehat maka mereka tidak terlalu mendamba – dambakan game online. Satu hari saja pecandu game tidak memainkannya maka mereka merasa gelisah. Kita memang sudah seharusnya mengikuti kemajuan zaman. Namun dalam hal yang positif bukan hal yang negatif. Kita harus bisa memanfaatkan kemajuan zaman tersebut untuk kemajuan bangsa.
Bermain game sebenarnya tidak di larang namun hanya untuk sesaat saja tidak terus menurus secara berkepanjangan. Hanya di perbolehkan untuk beberapa saat saja sebagai penghilang rasa suntuk, dan stres, atau bisa mencari kegiatan positif lain yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri.
Penulis adalah: Mahasiswi STIES Al-Mujaddid, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Anggota Komunitas Menulis Al-Mujaddid.*
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


