Bimtek Hari Kedua Forum PUSPA Jambi Diwarnai Adu Gagasan Antar Anggota



Rabu, 27 November 2019 - 16:51:02 WIB



JAMBERITA.COM - Puluhan anggota Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) se Provinsi Jambi antusias mengikuti Bimtek Pengarusutamaan Gender PUG dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA).

Puluhan anggota sekaligus peserta Bimtek itu hadir dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan akademisi, media, LSM, pengusaha, organisasi keagamaan, riset Lembaga Adat Melayu (LAM) sampai dengan ASN.

Menariknya dalam agenda hari kedua Bimtek berlangsung di O2Weston Rabu (27/11/2019), terjadinya adu argumen serta perdebatan kecil karena adanya perbedaan pendapat antar anggota PUSPA dari Kabupaten/Kota yang hadir karena merasa terkendala persoalan pendanaan.

Sebelumnya para peserta yang terbagi beberapa kelompok itu diberi materi dari narasumber, yaitu Direktur Konsil LSM Indonesia Wiwin Winarni mengenai Workshop Soft Skils penguatan strategi kolaborasi kemitraan lembaga masyarakat untuk kesejahteraan perempuan dan anak.

Kepala Seksi (Kasi) PUG Gender Dinas Sosial PPPA sekaligus anggota PUSPA Kabupaten Tanjabtim Yusi Chandra menyatakan, forum Puspa adalah suatu wadah organisasi masyarakat (ormas) untuk memajukan kesejahteraan perempuan dan anak.

"Terkait masalah anggaran di forum Puspa, itu kita kembalikan ke komitmen awal, bahwa ini forum partisipasi masyarakat untuk kita, jadi di sini kami dari Dinsos berprinsip pemerintah hanya sebagai fasilitator," ujarnya.

Untuk itu dirinya mengajak kepada semua anggota Puspa bersama sama untuk membuka, merubah mindset masyarakat bahwa permasalahan perempuan dan anak bukan hanya permasalahan pemerintah.

"Tetapi juga merupakan permasalahan kita bersama, makanya disini didalam forum Puspa ini lengkap, ada akademisi, usahawan, media, tokoh adat yang memang semua dilibatkan karena mempunyai peran masing-masing dan fungsi masing-masing," tuturnya.

Ketika berbicara permasalahan pendanaan dalam upaya advokasi melakukan action kepada masyarakat, itu kata Yusi, tentunya pemerintah tidak mampu untuk mengcover secara keseluruhannya, melainkan dapat direalisasikan bersama sama.

"Puspa ini hadir untuk menghilangkan kesenjangan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan perempuan dan anak dan kesenjangan ekonomi perempuan," tambahnya.

Dari itu Yusi mengajak semua anggota PUSPA yang hadir agar kembali kepada komitmen awal, mengajak masyarakat dan berpartisipasi menghilangkan kesenjangan yang ada guna meningkatkan kesetaraan gender di bidang pembangunan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

"Jadi memang kita sangat berharap ada bimbingan dari PUSPA pusat yang terutama kami dari provinsi, memang membutuhkan, kita juga membutuhkan publikasi dari media bahwa PUSPA ini ada untuk masyarakat," tandasnya.

Sementara itu anggota PUSPA Kabupaten Tanjabbar Yuliawati berharap untuk meningkatkan program kerja khususnya sebagai pemerhati anak dan perempuan dapat disambut baik oleh pemerintah kabupaten kota masing masing daerah.

"Selama ini kami tidak mengunakan dana pemerintah tapi mengunakan dana swadaya masyarakat secara suka rela, saya juga tidak setuju, kalau organisasi itu tidak perlu dana, karena setiap apa yang dilakukan tetap menggunakan dana, hanya saja pengelolaan nya masing-masing wilyah itu berbeda," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi