JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) kembali melakukan Kunjungan Kerja Perorangan pada reses persidangan 1 tahun 2019-2020 di daerah pemilihan tanggal 23 - 31 Desember 2019.
Dalam rangkaian kegiatannya Anggota Komisi IX DPR RI itu akan melakukan banyak agenda salah satunya menerima aspirasi yang disampaikan Tenaga Honorer dari Kesehatan.
Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Program Rumah Aspirasi SAH Merdu Silta Wenti di Jambi (23/12) kemarin. Menurutnya Bapak Beasiswa Jambi itu akan melakukan reses dengan format dialog partisipatif.
"Insya Allah dalam reses kali ini Bapak akan banyak menggelar dialog partisipatif dengan berbagai komponen masyarakat, salah satunya dengan tenaga honorer kesehatan," jelasnya.
Seperti salah satu tuntutan para Perawat Honorer meminta agar pemerintah memperhatikan mereka, termasuk tuntutan agar diangkat menjadi PNS, ini yang akan digali SAH dalam reses kali ini, jelas alumni Fisip UI 2016 itu.
Apalagi dalam dialognya para Tenaga Honorer Kesehatan ini mengadukan nasib mereka terkait dengan kebijakan pemerintah pusat mengangkat lebih 39 ribu orang bidan PTT di seluruh Indonesia. Karena itu, mereka menuntut agar juga dapat diangkat menjadi PNS.
Selain itu, tenaga honorer melaporkan berbagai macam persoalan yang mereka hadapi sebagai pegawai honorer, termasuk honor yang mereka terima karena masih banyak yang jauh dari UMR dan UMK sesuai dengan ketentuan UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
SAH sendiri dalam dialog tersebut mengatakan pihaknya memetakan setidaknya, ada tiga jenis tenaga honorer kesehatan. Pertama, Tenaga Honor Daerah yang anggarannya diambil dari anggaran APBD. Kedua, Tenaga Honor Instansi yang dipekerjakan sesuai kebutuhan instansi dan fasilitas kesehatan yang ada di daerah. Ketiga, tenaga sukarela di mana mereka bekerja seperti pola magang yang belum tentu menerima gaji, dengan kondisi yang berbeda satu sama lain.
Komisi IX DPR RI berjanji, akan meneruskan semua aspirasi yang disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Dalam kesempatan pertama Raker dengan Kemenkes pekan depan, aspirasi dan pengaduan ini akan dibahas. Ia berharap, pemerintah pusat dan daerah dapat mencarikan solusi terbaik dalam menjawab berbagai aspirasi yang hendak disampaikan, beber SAH dalam dialog di rumah aspirasi kawasan Telanaipura Jambi tersebut.
"Komisi IX pada prinsipnya sangat memahami tuntutan para perawat kita tersebut. Karena itu, kita akan menuntut pemerintah mencari solusi, paling tidak para Tenaga Honorer Kesehatan yang pada faktanya sangat membantu tersebut dapat diperhatikan kesejahteraannya," pungkasnya.(*/sm)
HKTI Jambi Gaungkan Gerakan Tani Makmur, SAH: Pilar Ketahanan Pangan & Energi Menuju Indonesia Emas
SAH Serukan Gerakan Sadaqah Tani Jadi Solusi Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan di Jambi
SAH Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Buka Peluang Ekonomi, Investasi dan Ekspor
Rapat Bersama DPRD Provinsi Jambi Bahas Infrstruktur, HBA: Tidak Ada Lagi Lembaga Jalan Sendiri
Ada Proyek Industrialisasi di Kemingking dalam APBN, Bakri Tanyakan Apakah Bappeda Sudah Tahu
M Dianto Resmi Dilantik ke Fungsional, Sudirman Jadi PLH Sekda Provinsi Jambi


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



