JAMBERITA.COM - Baru seumur jagung Jembatan Sugeng yang dibangun berasal dari dana APBD Provinsi 2019, dengan menyedot anggaran sebesar Rp16 Miliar kini dalam kondisi patah.
Oprit jembatan jembatan yang berlokasi di kecamatan Bram Itam kabupaten Tanjung Jabung Barat itu patah diduga karena rendahnya mutu pekerjaan.
Padahal, proyek senilai belasan miliar rupiah yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Kusuma mandiri itu sejak selesai dibangun pada akhir 2019 lalu.
Pantauan di lapangan, terhitung ada puluhan titik di oprit Jembatan itu mulai dari ujung ke ujung, sudah mengalami kerusakan.
Patahnya oprit Jembatan diduga kuat penyebabnya tanah yang ditimbun belum terlalu padat namun sudah buru-buru dilakukan pengecoran. Sehingga pondasi belum siap dan cukup kuat menahan beban hingga menyebabkan oprit patah.
"Mungkin karena mereka mau kejar waktu, buru-buru jadi beginilah hasilnya. Terkesan asal jadi," kata Bain warga setempat kepada awak media, Sabtu (25/2/20).
Kondisi ini, membuat masyarakat yang selama ini sering melintasi kawasan tersebut berkendaraan jadi turut menyesalkan dan kecewa atas kualitas pembangunan jembatan itu, karena merasa kurang nyaman dengan kondisi jembatan seperti itu saat berkendaraan.
"Oprit itu nantinya akan dilewati kendaraan bertonase berat, lama-lama jadi hancur rusak lagi. Sama saja dengan tidak ada perubahan," timpal warga lainnya, kesal. Hal ini cukup beralasan mengingat Jembatan Sugeng ini merupakan akses paling vital bagi masyarakat setempat menggunakan transportasi. (Henky)
Perkuat Pelayanan, Bupati Tanjabbar Luncurkan Posyandu 6 SPM Percontohan di Betara
Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Dermaga Apung Ambruk di Tanjung Senjulang
Bupati Anwar Sadat Hadiri Promosi Doktor UI, Angkat Tanjabbar Lokasi Penelitian
Pemprov Dan Forkopimda Nyatakan Sikap “Tindak Tegas Geng Motor”



