Ada Safrial, Ratu, AJB dan Sani di Bursa Cawagub, Ini Kata Charta Politika Soal Peta Suara di Pilgub



Selasa, 09 Juni 2020 - 13:59:11 WIB



jamberita.com
jamberita.com

JAMBERITA.COM - Perhelatan Pilgub Jambi 2020 ini setidaknya sudah memetakan akan ada 4 bakal pasangan calon yang akan ikut bertarung. Mereka semua merupakan kepala daerah yaitu Walikota Jambi Sy Fasha, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris, dan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Wakilnya sendiri saat ini yang digadang adalah Abdullah Sani untuk pasangan Al Haris, Asafri Jaya Bakri untuk pasangan Sy Fasha, Safrial untuk pasangan Fachrori Umar, dan Ratu Munawarah untuk pasangan Cek Endra. Setidaknya 4 paket ini menunjukkan kemungkinan terbesar akan memperebutkan posisi orang nomor 1 dan nomor 2 di Jambi.

Untuk bakal calon Gubernur sendiri beberapa waktu lalu sudah disebutkan memiliki beberapa kekuatan masing-masing dan dinilai layak untuk memimpin Provinsi Jambi. Pertanyaannya adalah apakah wakil ini mampu mendongkrak popularitas dan menambah suara pada 9 Desember mendatang?

Peneliti Charta Politica Indonesia, Muslimin mengatakan, wakil ini memang jadi pendukung untuk mendongkrak suara. Saat ini memang sudah mengerucut ada 4 nama yang akan menjadi wakil yaitu Safrial, Abdullah Sani, Asafri Jaya Bakri, dan Ratu Munawarah yang baru muncul.

"Safrial memiliki kekuatan wilayah di Tanjung Jabung Barat, selain itu juga sebagai kepala daerah. Akan tetapi, kemenanganya sendiri tidak banyak ditambah PDIP tidak menang mutlak saat pemilu lalu," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com.

Ia menyebutkan, pemilih yang ada di Tanjung Jabung Barat tidak akan sepenuhnya memilih Safrial ditambah hanya sebagai wakil. Abdullah Sani dikenal kuat sebagai figur, masalahnya sekarang ini adalah Abdullah Sani tidak memiliki jabatan apapun.

"Kekuatan figur yang diandalkan saat ini adalah basis jawa. Tetapi suara jawa selama ini di Jambi tidak pernah mutlak memilih calon jawa. Pastinya sendiri suara jawa akan terpecah dan itu tidak berpengaruh besar," ujarnya.

Asafri Jaya Bakri juga begitu. Jika ada calon yang berasal dari Kerinci maka kebanyakan pemilih akan mendukung calon yang berasal dari Kerinci. Masalahnya adalah Asafri Jaya Bakri merupakan Walikota Sungai Penuh, tidak Bupati Kerinci.

"Ini berkaca pada Pilgub 2010 waktu itu ada calon dari Kerinci yang memang mendapatkan suara mayoritas. Apakah Asafri Jaya Bakri mampu untuk jadi pemersatu untuk dapatkan suara Kerinci, itu semua perlu dikaji mengingat hasil survei yang cenderung tidak tinggi," jelasnya.

Bagaimana dengan Ratu Munawarah? Muslimin menilai memang menjadi magnet tersendiri saat ini apalagi satu-satunya sebagai calon perempuan. Akan tetapi harus dilihat elektabilitasnya. Karena Ratu Munawarah baru muncul ujung-ujung. Ditambah juga kasus Zumi Zola pastinya akan mengganggu.

"Selain kekuatan mereka, gerakan tim sendiri juga akan menjadi penentu pendongkrak suara. Karena calon yang ada saat ini sama-sama memiliki kekuatan dan keterwakilan wilayah," tandasnya. (am)



Artikel Rekomendasi