JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun ini masih menjadi ancaman nyata di depan mata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Sumatera akan terjadi antara Juni - Agustus. Namun titik api (hot spot) pada daerah rawan sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun. Ini menjadi menjadi ujian terberat bagi upaya pengendalian Karhutla, karena dalam waktu bersamaan Indonesia sedang berperang dengan penyebaran pandemi Covid-19.
Potensi "duet bencana", Karhutla yang menimbulkan dampak bencana asap dan virus Corona jelas menimbulkan kekhawatiran, karena ciri dampaknya relatif hampir sama pada fisik korban manusia, yakni sama-sama menyerang pernapasan.
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni-Juli tahun 2020 ini dikhawatirkan akan berdampak pada kasus Karhutla di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Untuk mengantisipasi kasus Karhutla terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), apel gabungan preventif patroli Karibung (Kanal, Parit dan Embung) di laksanakan di halaman Mako Polres Tanjabtim, Kamis (18/06/2020).
Dalam pelaksanaan apel Karibung tersebut, dipimpin langsung oleh Dandim 0419/Tanjab Letkol. Inf. Erwan Susanto, S,Ip dan Kapolres Tanjabtim Akbp Deden Nurhidayatullah, SH, SIK serta dihadiri oleh Pabung Tanjab Timur, Waka Polres Tanjab Timur, Para Kabag, Kasat dan PA Staf dengan peserta apel terdiri dari Ton TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar dan Pol PP.
Sebagaimana arahan kedua pimpinan apel menjelaskan bahwasanya kegiatan apel Karibung ini untuk mengecek kesiapsiagaan personil dalam mencegah Karhutla, selain itu juga pimpinan apel menyampaikan terdapat Tiga pilar dalam melaksanakan patroli Karibung ini.
"Ketiga pilar ini yaitu, harus tersedia petugas, peralatan dan Air (Karibung)," ujar Kapolres.
Kapolres juga mengatakan, sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan himbauan langsung di lapangan kepada pihak terkait untuk mempersiapkan Tiga pilar tersebut.
"Kita melaksanakan pengecekan dengan kegiatan preventif, apakah sudah dilaksanakan baik dari perusahaan atau pekebun (perseorangan) terkait ketersediaan air. Karena air merupakan elemen penting dalam penanganan Karhutla ini," ungkap Kapolres.
"Dari pengalaman sebelumnya, ada Dua Kecamatan yang menjadi fokus penanganan Karhutla, yaitu Kecamatan Sadu dan Dendang. Dari potret sebelum - sebelumnya, setiap siklus tahunan di situ tergambar pola yang sama lokasi - lokasi yang sering terjadi," tambahnya.
Kapolres juga memaparkan, untuk penanganan karhutla di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya akan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Selain itu, Dandim 0419/Tanjab dalam kesempatan ini juga kegiatan ini merupakan salah satu akselerasi TNI-Polri dengan kebijakan pemerintah terkait dengan prediksi Karhutla tahun ini. Sehingga dari pemerintah melalui BPBD akan menaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga darurat.
"Momen inilah, dari unsur TNI-Polri yang ada di wilayah Tanjabtim akan memadukan kegiatan ini dengan mengambil langkah - langkah preventif. Sehingga pada saat nanti sudah ditetapkan status siaga darurat, kita semua sudah siap. Kita ingin memulai dan mengawali kegiatan ini dengan mengajak seluruh stakeholder baik dari masyarakat dan rekan - rekan dari perusahaan perkebunan yang tentu saja mereka memiliki alat dan perangkat yang siap, kita akan mencoba disinergikan dalam Satu pola yang sama, khususnya dalam hal ini kita akan lebih tertuju pada ketersediaan air yang akan menjadi pendukung utama dalam penanganan Karhutla," pungkasnya. (hrd)
Optimalkan Irigasi Pertanian, PUTR Provinsi Jambi Sambut Konsultasi Komprehensif DPRD Tanjabtim
Duka Teluk Nilau adalah Duka Kita: Pesan Haru Waka III DPRD Jambi FZ Saat Sambangi Korban Kebakaran
Kanwil Kemenkum Jambi Harmonisasikan Rancangan Perbup Tentang Perjalanan Dinas Tanjabtim
Satu Lagi Pasien Positif Rapid Test, Ibu Rumah Tangga Tinggal di Bajubang Baru Pulang dari Padang
Polisi Amankan Pelaku Narkoba Depan Kantor Markas PP Merangin
BPH Migas, Ombudsman hingga DPR RI Sidak BBM Bersubsidi di Jambi : Ini Temuannya


