Survei Daring Tingkat Kesukaan Publik: YA - MAHA Ungguli Balon Lain



Sabtu, 20 Juni 2020 - 06:09:59 WIB



JAMBERITA.COM- Lembaga Kajian Persepsi Regional (LKPR) kembali merilis tokoh Batanghari yang memiliki tingkat kesukaan publik. 

Direktur Riset LKPR Zahyudi Maulana, menyampaikan sejumlah nama didapatkan melalui melalui wawancara dengan masyarakat secara daring.

Dalam hal ini Yudi menjelaskan survei digelar di 8 kecamatan Batanghari pada periode 5 - 16 Juni 2020. Sebanyak 400 responden dengan metode daring atau online.

Responden dipilih secara representatif sesuai proporsi pemilih di setiap kecamatan merujuk daftar pemilih tetap atau DPT 2019.

Tujuan survei ini secara umum untuk mengetahui gambaran tingkat kesukaan publik terhadap para tokoh yang akan berlaga di pilkada Batanghari 2020.

Merujuk survei ini, ada riset terkait tokoh-tokoh politisi lokal yang memiliki persepsi baik di hadapan publik Batanghari. Selain itu, sejumlah tokoh tersebut memiliki potensi untuk berkontestasi dalam pertarungan politik Batanghari Desember 2020 ini.

Menurut pria yang lama melakoni riset persepsi ini temuan menarik dalam survei yaitu tingginya tingkat kesukaan publik terhadap Yunninta Asmara yang notabene istri Bupati Batanghari paling tinggi di antara tokoh lainnya.

"Ibu Yunninta dinilai publik dengan persepsi sebagai figur yang merakyat (34,2%). Meski YA dinilai juga memiliki kekurangan karena faktor jabatan sang suami bagian dari dinasti yang tak formal (1.9%)," jelasnya.

Untuk kategori tingkat kesukaan Yunninta yang berpasangan dengan Muhamad Mahdan ini juga memiliki skor tertinggi (57, 2 %), namun sebagian responden menilai Yunninta - Mahdan juga punya kekurangan yaitu dinilai kurang pengalaman dalam pemerintahan (3.5 %).

"Baik isu dinasti maupun pengalaman yang dinilai publik sebagai kekurangan pasangan Ya - Maha, responnya kecil di banding isu merakyat yang disukai masyarakat,” ungkapnya.

Dimana hal ini menurut Yudi memperlihatkan dinamika pilihan masyarakat Batanghari yang telah mengerucut pada nama Yunninta Asmara. 

"Kesimpulan survei ini memperlihatkan trend pilihan masyarakat sudah mulai mengerucut pada satu nama, yaitu Yunninta Asmara,” ungkapnya.

Ketika ditanya keterkaitan survei ini dengan aktivitas pemenangan seseorang calon, Yudi dengan tegas mengatakan riset yang mereka lakukan independen tidak terkait dengan bakal calon manapun. " Riset ini tak ada hubungan dengan bakal calon apapun, ini murni dan independen, survei ya survei tak ada muatan lain,” tandasnya. (*/sm)





Artikel Rekomendasi