JAMBERITA.COM- Walikota Jambi Syarif Fasha membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Reagen untuk uji swab mandiri yang diperoleh dari pemerintah Singapura tidak bisa digunakan.
Ini disampaikannya Selasa (1/9/2020) setelah mengadakan pertemuan dengan Kepala BPOM provinsi Jambi di ruangannya.
Fasha menyebut bahwa saat ini uji swab PCR terus berjalan. Dirinya membenarkan bahwa ada beberapa barang habis pakai yang stoknya kosong.
"Tadi disampaikan oleh Kepala Balai bahwa ada barang habis pakai yang habis. Memang sekarang terpaksa distop karena ketidakadaan bahan habis pakai ini," kata Fasha.
"Saya membaca di media pagi ini ada penjelasan salah satu pejabat dari dinas kesehatan pemerintah provinsi mengatakan bahwa bantuan dari Pemerintah Kota dari Singapur tidak bisa digunakan karna berbeda alat," lanjutnya.
Fasha menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Balai POM reagan yang berasal dari Singapura menjadi penopang dan akurasinya cukup tinggi.
"Malah alat dari Singapur itu menjadi penopang untuk uji coba ini, yang merek Singapur ini sangat akurasi sekali," kata Fasha.
Fasha mengingatkan kepada pejabat terkait untuk lebih dahulu bertanya sebelum mengeluarkan pernyataan.
"Sebelum mengeluarkan statement bertanya dulu ke bawahan ke Balai POM," uajrnya. (sap)
Mancing Tengah Malam, Seorang Pria di Jambi Hilang Misterius hanya Menyisakan Motor & Gorengan
Rapat Paripurna Ketiga DPRD Tanjab Barat Samakan Persepsi Legislatif - Eksekutif
Kemenag Muaro Jambi Gencar Sosialisasi Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha
Polda Jambi Terus Gencarkan Patuhi Protokol Kesehatan ke Warga
Mancing Tengah Malam, Seorang Pria di Jambi Hilang Misterius hanya Menyisakan Motor & Gorengan



