JAMBERITA.COM- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mencatat 14 kasus dengan 3 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, kasus tersebut tercatat sejak bulan Januari-Februari 2021 yang terjadi di beberapa Daerah di wilayah Provinsi Jambi.
"Rincian, Polres Tebo 2 kasus, Polres Muaro Jambi 2 kasus, Polresta Jambi 1, Polres Tanjabbar 4, Polres Tanjabtim 5 kasus," tegasnya, Kamis (25/2/2021).
Untuk itu Polda Jambi mengingatkan bahwa tindakan membakar hutan dan lahan bisa dikenakan sanksi dan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 miliar sebagaimana undang-undang nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.
"Stop bakar hutan dan lahan, karena banyak yang dirugikan, baik pelaku itu sendiri, maupun secara kesehatan dan ekonomi, juga akan berdampak," bebernya.
Menurut Kombes Pol Mulia Prianto, dampak daripada terjadinya Karhutla yaitu membuat kabut asap yang tebal sehingga dapat menutupi jarak pandang dan debu dengan ukuran partikel kecil, kemudian gas yang berdampak terhadap kesehatan manusia.
"Seperti ISPA, pneumonia, asma iritasi mata dan kulit sekaligus terjadinya pencemaran udara," tegasnya.
Sedangkan dari aspek ekonomi yaitu terganggunya aktivitas sehari-hari, menurunnya produktivitas dan penghasilan, hilangnya mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan dan menurunnya devisa negara." Terlebih berkurangnya umur tanah serta terganggunya transportasi darat dan udara," pungkasnya.(*/afm)
Modus Minta Antar dan Beli Rokok : Pemuda di Jambi Diduga Gelapkan Motor, Kini Dilapor ke Polisi
Polda Jambi Pecat 5 Anggota Polri Terkait Kematian Brigadir EWS
Dua Oknum Polisi Ditangkap Polda Jambi, Diduga Tipu 12 Korban Rekrutmen Bintara Polri
Polda Gelar Rekontruksi Penganiayaan Edi M, Tersangka Gunakan Obeng Lukai Korban
Gubernur Al Haris di Rakor Penanganan Karhutla Jambi : Udara Kita Sudah Mulai Tidak Sehat


