Tausiyah Ju'mat: SAH Ingatkan Bahaya Sikap Sombong Pada Manusia



Jumat, 06 Agustus 2021 - 08:13:17 WIB



JAMBERITA.COM- Pengajian Kamis Malam Jumat yang rutin dilakukan di kediaman Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau SAH membahas berbagai persoalan umat. 

Seperti Kamis malam (5/8) kemarin, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu membahas masalah keburukan sikap sombong dalam kehidupan manusia.

Pada kesempatan itu, SAH memperingatkan para peserta dalam tausiyahnya dengan menguraikan bahaya kesombongan bagi manusia atau pun bagi kehidupan. Menurutnya, sombong adalah melihat diri sendiri lebih besar dari orang lain. Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dan memandang orang lain rendah atau hina dibandingkan dirinya.

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (H.R. Muslim). Mengapa manusia dihinggapi rasa kesombongan? Menurut Alumni Pondok Pesantren Mustahfawiyah Purba Baru Mandailing Natal Sumatera Utara ini, manusia dihinggapi kesombongan karena beberapa hal, yaitu; 1) Selalu membanggakan diri; 2) Meremehkan atau merendahkan orang lain; 3) Selalu menonjolkan diri atau CCM (cari-cari muka); dan 4) Mengikuti hawa nafsu.

Selain itu, menurut SAH ada juga 4 tempatnya orang sombong, yaitu; 1) Kecantikan/ketampanan; 2) Kekayaan; 3) Orang berilmu; dan 4) Pangkat dan jabatan. “Karena menganggap dirinya cantik, kaya, pejabat, atau berilmu maka meremehkan, merendahkan dan menghina orang lain."

Dalam tausiyahnya, SAH mengatakan ada beberapa contoh kesombongan yang terjadi pada masa terdahulu. "Misalnya Fir’aun, karena kekuasaan membuatnya sombong dan menyatakan diri sebagai Tuhan. Tapi pada saat ditenggelamkan oleh Tuhan, dia tidak mampu menolong dirinya sendiri. Begitu pun Raja Namrud, karena kepintarannya dia menjadi sombong dan membuat patung untuk disembah manusia, tapi akibatnya dia terbunuh oleh patungnya sendiri.” katanya menguraikan.

Kesombongan, lanjut pria yang akrab disapa Pak Haji ini adalah dosa pertama yang dibuat oleh Iblis pada saat diperintahkan sujud kepada Adam. Tetapi iblis menolak sujud karena merasa diri lebih mulia dari manusia (Adam) yang diciptakan dari tanah, sementara iblis berasal dari api. Kesombongan iblis tersebut menyebabkan kemurkahan Allah SWT dan melaknatnya. “Kesombongan iblis tersebut adalah dosa yang pertama dan dosa pertama yang dilaknat oleh Allah Swt,” ungkapnya

Dalam tausiyah ini, SAH mengurai panjang lebar mengenai bahaya dari sombong bagi manusia. Sederet dalil-dalil disampaikan terkait kesombongan ini, baik dari Al- Quran mau pun hadist. “Orang sombong itu termasuk golongan kafir dan termasuk syirik (Q.S. Shad ayat 73-74). Orang sombong tempat kembalinya di neraka (Q.S. Az- Zumar ayat 72). Kesombongan adalah tirai penghalang masuk Syurga (Q.S. al- ‘Araf ayat 13). Allah tidak menyukai orang-orang sombong (Q.S. an- Nahl ayat 22-23).”

Kesombongan merupakan keburukan bagi kehiduapan. Mengapa? Orang sombong tidak bisa berbuat adil dan ikhlas karena selalu meremehkan orang dan menganggap dirinya sempurna sehingga merasa dirinya paling benar. Selain itu, SAH menyebut kesombongan adalah dosa besar dan balasannya neraka jahannam. “Jadi apa yang harus disombong di muka bumi ini? Sementara bahaya kesombongan itu sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat, maka perlu kita hindari sikap ini," pungkasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi