Tarian Khas Melayu Jambi: Tarian Rentak Besapih



Senin, 01 November 2021 - 13:01:12 WIB



Oleh: Dicky Simarmata*

 

 

Seberapa jauh kamu mengenal keindahan dan keberagaman budaya provinsi Jambi?. Sebuah Provinsi yang memiliki kearifan budaya yang cukup banyak baik dari makanan, tradisi maupun budaya. Kali ini kita akan mengenalkan sebuah kearifan budaya yang berada di Provinsi Jambi.  Salah satu tarian yang belum banyak diketahui orang yaitu tarian Rentak Besapih.
Tarian Rentak Besapih?,  Pasti sangat asing di telinga anda bukan?

Tarian Rentak Besapih adalah tarian yang berasal dari Kota Bertuah Jambi, yang merupakan tarian khas Bumi Melayu Jambi.

Nah jadi, Tarian Rentak Besapih pada awalnya tarian yang berangkat dari sejarah jambi yang dahulu yang menjadi kota perdagangan. Tarian ini merupakan tarian turun temurun yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat  Jambi. Menarik bukan?.

Tari Rentak Besapih merupakan Tarian derap langkah yang terpisah. Tarian ini menggambarkan perpaduan rentak langkah dari berbagai etnis menjadi bentuk suatu kesatuan utuh dalam menjalani kehidupan. Hidup berdampingan, bekerjasama, dan saling tolong menolong digambarkan dalam gerak tari yang digarap dalam bentuk khas Melayu Jambi.

Tarian ini di peragakan oleh delapan hingga sepuluh orang penari. Para penari tersebut menggunakan pakaian adat melayu jambi dengan hiasan kepala dan kain tenun melayu. Pada tarian ini memiliki pola gerak hampir sama dengan jenis tarian lainnya, yaitu menggunakan kombinasi pola lantai.

Tarian Rentak Besapih dulu nya merupakan bentuk  keragaman suku dan ras yang direpresentasikan dalam bentuk tarian. Tarian ini biasanya di helat di pesta rakyat dan perayaan adat Provinsi Jambi.

Namun sayang nya,Tarian Rentak Besapih sudah jarang di pertunjukkan padahal makna kebersamaan dalam keragaman yang terkandung dalam Tarian ini sangat relevan dengan kondisi hari ini di mana batas-batas perbedaan semakin menebal di Indonesia.

Hal ini dikarenakan perkembangan zaman yang semakin pesat, minat dan untuk melestarikan seni tari pun semakin berkurang. Pada akhir tahun 1900-an enam puluh persen dari sekitar 130 jenis pertunjukan tersebut sudah jarang di pertunjukkan di tengah masyarakat Jambi. Minimnya intensitas pertunjukan menjadi syarat terlupakannya kesenian tradisional Tarian Rentak besapih ini.

Maka diharapkan untuk kaum pemuda dan pemudi terkhususnya masyarakat Jambi marilah bersama-sama melestarikan Budaya dan Tradisi Jambi, karena budaya dan tradisi adalah ciri khas dari setiap daerah, tanpa budaya dan tradisi kekuatan untuk memperkokoh ketahan budaya di mata internasional akan rapuh.(*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa Pendidikan bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Jambi*



Artikel Rekomendasi