JAMBERITA.COM - Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (P2PM) Provinsi Jambi dr. Najatul Hasanah mengatakan secara Komulatif sejak tahun 2009 hingga 2022 ada 2.284 orang di provinsi Jambi yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
"Mungkin difasilitas kesehatan yang double, bisa saja pencatatan lebih dari satu kali. Mungkin bisa mengambil obat di Fasilitas A dan besoknya kembali tercatat di Puskesmas B," katanya.
Najatul Hasanah mengatakan dari total keseluruhan, hingga bulan Juni 2022 ini ditemukan 98 kasus baru.
"Untuk 2021 ada kasus baru sebanyak 187 kasus, sedangkan 2022 Sampai Juni itu yang tercatat dan dilaporkan ke kita sebanyak 98 kasus. Jumlah itu masuk ditotal semuanya tadi yang 2.284 orang," jelasnya.
Penderita HIV sendiri dijelaskan Najatul dikisaran usia produktif antara 15 sampai dengan 49 tahun.
""Untuk penularan sendiri melalui cairan baik itu cairan dari alat kelamin kemudian malalui darah. Kemudian paling banyak penularan HIV ini di 2020 keatas ini disebabkan karena hubungan seksual. Selain itu juga bisa melalui gonta ganti jarum suntik," ujarnya.
Sementara itu, untuk pengobatan Najatul mengatakan pasien HIV dapat melakukan konsultasi gratis di pelayanan kesehatan yanh ada di provinsi Jambi.
"Pengobatan HIV itu gratis, dari pemerintah. Jadi setiap penderita bisa mendapatkan obat dan konseling juga itu di fasilitas kesehatan," jelasnya.
"Dimana provinsi Jambi, mengharapkan semua layanan baik rumah sakt dan puskesmas bisa melayani pasien HIV," tambahnya. (sap)
Pendapatan Dibawah Rp11 Ribu Perhari, di Kota Jambi Tertinggi Kategori Miskin Ekstrem
Satu Lagi Kuliner Go Nasional, Bubur Ayak Jambi Masuk Rekor MURI di Festival Batanghari 2022
Bertabur Bintang, Nama-Nama Ini Disebut Punya Kans Pimpin KAHMI Kota Jambi
Laksanakan Kegiatan Inovasi Desa, MISETA Disambut Baik Warga Desa Serasah
SAH : Insya Allah Gerindra Selalu Berada di Jalan yang Mulia
Kasiter Korem 042/Gapu Tinjau Pembangunan Jembatan di Sarolangun



