JAMBERITA.COM, Fuature – Detty Herawati ingat betul keterbatasannya dalam memperjuangkan hak-hak mereka sebagai penyandang disabilitas. Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Jambi ini bahkan bercerita sambil meneteskan air mata.
Detty paham isu disabilitas itu sangat sensitif. Teman-temannya banyak yang hendak mengikuti setiap acara. Akan tetapi, rekan-rekannya banyak mengalami hambatan.
“Akses tidak memadai jadi tidak bisa ikut, ragam disabilitas itu banyak sekali misal harus bahasa isyarat, yang lain perlu transportasi menuju kegiatan itu sangat perlu sekali, kita keterbatasan," kata Detty dengan nada yang bergetar kepada jamberita.com pada Selasa, 13 Desember 2022.
Kini, Detty merasa beruntung. Dirinya diberikan PDIP untuk bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang. Ia bakal maju menjadi caleg Kota Jambi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pall Merah dan Jambi Selatan.
Detty berharap dirinya mampu mengawal anggaran di lembaga legislatif yang selama ini dinilai tidak berpihak kepada para penyandang disabilitas.
Perempuan ini bukan hanya sekadar penyandang disabilitas. Ia juga aktif sebagai pengajar penyandang disabilitas. Alhasil, ia sangat mengetahui dan merasakan apa yang dirasakan oleh kaum disabilitas.
Selama ini, menurutnya, stigma di masyarakat kelompok disabilitas hanya dipandang sebagai penerima bantuan. Namun di sisi lain, adakah yang berpikir tentang bagaimana keberlangsungan hidup mereka.
"Ketika kami mengikuti pelatihan teman-teman itu jarang mendapat akses, mulai dari keterbatasan, transportasi, kami sangat minim untuk pergi saja mencari ilmu itu saja susah," ujarnya.
Detty tidak sendirian maju menjadi caleg. Ia akan ditemani Ketua HWDI Provinsi Jambi, Rts Dewi yang juga dicalonkan PDI-P ke Pileg 2024 mendatang Dapil Kota untuk DPRD Provinsi Jambi. Dewi juga penyandang disabilitas.
Sebagai aktivis penyandang disabilitas menilai selama ini proses penganggaran bagi disabilitas tidak pernah disebutkan sehingga menjadi motivasi mereka agar mengetahui hak hak disabilitas yang harus didapat. "Saya penyandang, saya tidak bisa menikmati liburan, karena kami selain tidak ada akses juga terbatas," katanya pada Selasa, 13 Desember 2022.
Dirinya hanya sebatas aktivis yang mencoba untuk menyampaikan aspirasi penyandang disabilitas. Namun, dengan demikian hasilnya hanya sekian persen yang berpihak kepada penyandang disabilitas.
"Inilah kami menyuarakan disabilitas agar didengar oleh masyarakat. Saya selaku aktivis disabilitas bukan orang politik tetapi di sinilah kami bisa belajar," katanya.
Dewi juga mengungkapkan bahwa mereka bisa bangkit dan terjun ke dunia politik juga bukanlah hal yang mudah, karena di balik keterbatasan mereka. Mereka juga butuh dukungan moral dari orang orang yang dianggap benar mendukung mereka.
Mereka penyandang disabilitas juga mengungkapkan alasan kenapa termotivasi ke dunia politik. Selain ingin memperjuangkan hak-hak para disabilitas yang dianggap selama ini terpinggirkan juga ada sosok perempuan yang membuat mereka tergugah untuk maju di Pileg 2024.
Dewi sadar bahwa politik kejam. Pemahamannya itu mulai berubah pada Pemilu 2019 lalu. Dewi bertemu dengan sosok perempuan yang mengedukasi mereka agar berani bahkan harus menjadi keterwakilan perempuan di kursi legislatif. Perempuan yang disebut yaitu, Ratu Munawaroh yang kini sebagai Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI-P Jambi.
"Kalau bukan karena Bu Ratu, mungkin saya tidak akan ada di sini. Kami disabilitas butuh orang-orang yang benar benar mau mendorong dan memotivasi kami, ada saatnya kami dihadapkan dengan masalah pribadi muncul, maka semua itu akan buyar," ujarnya.
Dewi pun menceritakan, awal mula bertemu dengan Ratu Munawaroh. "Saya ketemu ibu Ratu, lalu Bu Ratu bilang, Mbak dewi kenapa enggak mau masuk politik, saya nolak dulu. Karena saya bilang politik itu kejam lingkaran setan, saya enggak mau," ujarnya.
Kemudian pada 2020 kembali lagi dipertemukan dengan Ratu Munawaroh dan mereka kembali di motivasi." Ibu Ratu datang lagi, lalu ditanya mau enggak ayolah, saya dorong. Awalnya saya agak pesimis, siapa si yang mau memilih saya, oke lah kalau teman-teman disabilitas yang memilih, tetapi nanti saya enggak bisa menjangkaunya bagaimana," ucapnya bercerita.
Ratu pun meyakinkan mereka berdua. Caranya, mempertemukannya mereka berdua dengan Ketua DPD PDI-P Provinsi Jambi, Edi Purwanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi.
"Kemudian dipertemukan dengan Pak Edi, cerita soal anggaran untuk penyandang disabilitas, lalu saya pernah tanya, Pak, kalau bahas anggaran kami bisa dengar dan ikut di dalam enggak? Lalu Pak Edi bilang, enggak bisa, kecuali kalau sudah jadi anggota DPRD, maka baru bisa ikut di dalam mengawal anggaran," katanya.
Dari hasil pertemuan dan pembicaraan itulah, Dewi merasa kembali termotivasi apa yang telah disampaikan oleh Edi Purwanto sehingga ia siap untuk ikut Pileg 2024 mendatang.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI-P Ratu Munawaroh yang disebut menjadi sosok perempuan mampu memotivasi penyandang disabilitas untuk terjun ke politik itu pun turut angkat bicara. Ratu membenarkan apa yang telah disampaikan kedua perempuan disabilitas untuk duduk di lembaga legislatif Kota dan Provinsi Jambi dengan alasan dan berbagai pertimbangan.
"Pertama bahwa tentunya saya melihat dulu kapasitas beliau berdua ya kalau kapasitasnya tidak Capable (mampu-red) itu tidak akan menyarankan beliau berdua," katanya.
Kemudian pertimbangan kedua, kebetulan Ratu Munawaroh dari dulu sejak tahun 1999 silam pernah menjadi Ketua Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang pastinya banyak bersinggungan terkait dengan permasalahan permasalahan yang dihadapi oleh para disabilitas, sehingga berdasarkan pengalaman tersebut Ia mencoba memotivasi mereka.
"Bahwa butuh dorongan kuat dari pihak-pihak pemegang regulasi untuk menjalankan berbagai program untuk teman-teman disabilitas itu, tanpa itu itu menjadi memang jalannya lambat, sehingga saya mengusulkan kepada beliau berdua untuk ayo duduk di lembaga legislatif sehingga bisa lebih kencang untuk bisa memperjuangkan apa yang dibutuhkan oleh teman-teman disabilitas," ujarnya.
Ratu berharap, ketika mereka penyandang disabilitas dari PDI-P Jambi nantinya terpilih di legislatif, Saudari Rts Dewi dan Detty Herawati dapat mengawasi Peraturan Daerah (Perda) tentang disabilitas.
"Kalau ternyata memang pada kenyataannya hanya sebatas Perda tertera, tapi dalam pelaksanaannya tidak dilakukan, kan itu menjadi sia-sia, sehingga keberadaan Mbak Dewi, Detty adalah sama-sama untuk ikut mengawasi mengontrol, jika memang ke depannya Perda itu perlu perbaikan demi kepentingan semuanya ya memperjuangkan kepentingan semua," ucapnya.
Disisi lain, Ratu menuturkan yang perlu digarisbawahi oleh semua masyarakat Provinsi Jambi, bahwa memperjuangkan penyandang disabilitas bukan hanya masalah ego, tetapi justru bagaimana agar disabilitas tidak menjadi beban negara, bagaimana mereka tetap mandiri bahkan bisa ikut menyumbangkan sumbangsihnya untuk Provinsi Jambi bahkan bangsa Indonesia.
"Harus diingat bahwa mungkin secara fisik mereka punya keterbatasan, tapi justru di balik keterbatasan itu mereka punya kekuatan. Orang akan melihat bagaimana di tengah keterbatasan, mereka terus berjuang," ujarnya.
Selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan juga Ketua Bidang Media DPD PDI-P Provinsi Jambi Ratu menyatakan akan mendorong upaya-upaya bagaimana agar seluruh masyarakat Jambi harus tahu apa saja yang sudah dilakukan oleh Dewi dan Detty Herawati selama ini yang mungkin banyak orang tidak tahu.
"Kita PDI Perjuangan itu sangat terkenal dengan prinsip gotong royong itu yang berkali-kali disampaikan oleh Ketua Edi Purwanto kepada Mbak Dewi dan Mbak Detty, bahwa kita itu di PDI Perjuangan itu akan selalu bergotong-royong," bebernya.
Ratu berkomitmen akan terus meyakinkan meski itu sebuah tantangan selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan Bidang Media akan mengampanyekan, menginformasikan kepada seluruh khalayak ramai tentang apa yang sudah diperbuat oleh Rts Dewi dan Detty. "Dan atas dasar kemanusiaan menginformasikan kepada semua masyarakat tentang apa saja prestasi-prestasi, usaha-usaha yang sudah mereka lakukan," sebutnya.
Seiring berjalannya waktu kedepan, Ratu mengatakan, masyarakat bisa melihat sendiri dan mengunjungi kediaman Dewi dan Detty untuk melihat bagaimana kehidupannya sehari-hari, itu menurut nya, malah jauh lebih baik diantara yang lainnya. "Kemudian akan tahu bahwa mereka memang layak untuk mewakili masyarakat dan stabilitas," ucapnya.
Dalam menghadapi Pileg 2024, Ratu juga meyakini bahwa tidak semuanya suara (money politik) agar bisa duduk menjadi anggota legislatif. Bahwa kata Ratu. Bagi Dewi dan Detty yang dicalonkan untuk maju jangan pernah dihantui dengan rasa kekhawatiran soal tersebut, sebab informasi yang muncul untuk menjadi anggota DPRD perlu biaya yang besar, itu tidak sepenuhnya benar.
"Sangat yakin, karena melihat apa yang telah dilakukan selama ini ya, Jadi mungkin bagi orang lain kekhawatiran itu akan muncul, tapi karena saya melihat langsung apa yang mereka lakukan, saya punya keyakinan, terlebih betul-betul, didukung semua pihak yang memang mempunyai visi misi yang sama untuk disabilitas," katanya.
Ratu pun kembali menegaskan, kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk menuju di lembaga legislatif juga bukan hanya sebatas kepentingan daripada Partai saja, melainkan atas dasar kemanusiaan untuk digaungkan agar masyarakat Provinsi Jambi tahu bahwa mereka mampu dan layak untuk menjadi wakil rakyat.
"Saya rasa semua juga harus ikut menggaungkan, bahwa ada loh yang berjuang untuk disabilitas, ada loh disabilitas yang juga mau terjun ke politik demi tujuan mulia, demi tujuan untuk jalur cepat, untuk meningkatkan kesempatan-kesempatan yang lebih baik untuk teman-teman disabilitas," harapnya.
Selain itu, terkait dengan adanya penyandang disabilitas yang didorong PDI-P Jambi untuk maju ke Pileg 2024 mendatang, ternyata juga mendapat apresiasi Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Sudirtha. Wayan pun menyampaikan, bahwa baru di Provinsi Jambi yang ada DPD betul-betul mendorong disabilitas maju sebagai calon anggota legislatif.
"Pak Wayan bilang baru di Jambi saya bertemu seperti ini lho. Beliau sangat terharu dan sangat mendukung men-support secara moral kepada Mbak Dewi Mbak Detty untuk maju terus. Saya juga sampaikan kepada Mbak Dewi, Detty jangan terbebani untuk menang dulu. Tapi ditujukan dulu, bahwa kita perempuan, kita disabilitas juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh yang lainnya," katanya.
Reporter: Arif Martaguna
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Pelantikan HKTI Jambi, Wamentan Sudaryono Ceritakan Kedekatan Sutan Adil Hendra dengan Presiden Prab
Komnas HAM Bakal Temui Gubernur Al Haris Bawa Daftar Dugaan Pelanggaran HAM di Jambi, Ini Jadwalnya
Kadisdik Ingatkan Seluruh Siswa Patuhi Prokes Covid-19 Selama Nataru
Sekda Provinsi Jambi Ucapkan Belasungkawa Atas Berpulangnya Ibunda Gubernur Jambi


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



