Polda Jambi Tampung Keluhan Para Sopir Soal Penutupan Operasional Angkutan Batubara



Jumat, 31 Maret 2023 - 21:02:14 WIB



JAMBERITA.COM - Puluhan Transportir yang tergabung dalam Bersama Pengemudi Angkutan Batubara melakukan diskusi kepada pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi dalam program Jum'at Curhat, (31/3/2023). Dalam kesempatan itu, BPAB menyampaikan keluh kesah terkait penutupan operasi batu bara oleh pemerintah.

"Pada prinsipnya kami hanya ingin membantu pemerintah, dalam meningkatkan perekonomian daerah tanpa mengganggu ketertiban masyarakat, atas nama para sopir meminta kepada Polri dan Pemprov Jambi untuk membuka kembali transportasi batubara, karena ada lebih kurang 8.000 sopir batu bara yang membutuhkan pekerjaan apalagi menjelang lebaran," kata Ketua BPABB Saptoni.

Selain itu, Ketua KS BARA Kusman juga menyampaikan jika mereka sangat memahami pihak kepolisian tidak akan mampu untuk mengawasi sepanjang jalan angkutan batubara, karena kemacetan ini disebabkan oknum sopir yang nakal mengambil jalur kanan.

"Masalah mobil ini terlalu banyak, masih banyak mobil angkutan batubara yang tidak menggunakan plat BH, harapan kami kepada pihak kepolisian jika memang tidak boleh angkutan batu bara menggunakan plat luar agar diterapkan," tuturnya. 

Dimana dalam kegiatan tersebut dipimpin Wadir Lantas Polda Jambi AKBP Mokhamad Lutfi, untuk mendengar aspirasi atau sebagai wadah berdiskusi bagi masyarakat terhadap Kepolisian maupun situasi Kamtibmas di wilayah Jambi.

"Sesuai arahan bapak Kapolri Jum'at Curhat ini kita laksanakan sebagai ruang untuk masyarakat menyampaikan keluh kesahnya kepada pihak Kepolisian agar bisa terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," kata Wadirlantas. 

Wadirlantas mengatakan, alasan mengapa angkutan batubara saat ini masih sering di stop, karena sulitya untuk di kendalikan sehingga menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan. 

"Angkutan batubara ini susah untuk dikendalikan saat keluar dari mulut tambang, kami sudah berusaha mengatur angkutan batu bara dengan membatasi jumlah angkutan yang boleh beroperasi, namun masih juga ada yang bandel sehingga sering terjadi kemacetan dan viral di medsos," bebernya.

Wadirlantas menjelaskan, permasalahan batubara ini bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi untuk menjaga kamtibmas, tapi juga membutuhkan peran masyarakat untuk membantu menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Jambi ini.

"Terkait apa yang dikeluhkan oleh bapak-bapak sekalian tentunya akan kita tampung semuanya dan akan kita terus carikan solusinya. Untuk angkutan yang masih ada yang selain plat BH akan kami tilang, jika perlu kami kandangkan," jelasnya.

Menurut Luthfi saat ini ada 3 titik yang krusial yang sedang di perbaiki, itu semuanya sedang tahap pengaspalan. "Yaitu di Desa Tenam sepanjang 900 meter, pada hari rabu kemaren kasat lantas menyampaikan kemungkinaan 5 hari lagi sudah bisa dibuka," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi