PFI Jambi Gelar Pameran Foto, Masyarakat Adat Ditengah Perubahan Iklim



Sabtu, 26 Agustus 2023 - 17:42:17 WIB



JAMBERITA.COM- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jambi menggelar pemeran foto dengan mengangkat tema "Masyarakat Adat Ditengah Perubahan Iklim".

Kegiatan berlangsung di Taman Budaya Jambi mulai Jum'at malam 25 Agustus sampai Minggu 27 Agustus 2023.

Dalam kegiatan ini, PFI Jambi mempersembahkan hasil foto dari rekan-rekan PFI Jambi tentang masyarakat adat yang ada di Provinsi Jambi.

Tak hanya itu, hasil karya dari anggota PFI Jambi ini juga diperjualbelikan dengan harga satu foto Rp 1 juta, yang dimana uang yang didapatkan dari hasil pameran ini akan didistribusikan kepada masyarakat adat.

Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta ucapan terimakasih kepada PFI Jambi yang telah menyengsarakan kegiatan ini.

Dihadapan tamu undangan Kapolda Jambi menyebutkan bahwa masyarakat adat juga mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat umumnya.

"Masalah lingkungan adalah masalah kita bersama, kami dari kepolisian betul-betul sangat memperhatikan masyarakat adat," kata Kapolda 

Sementara itu, Kepala Budaya dan Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi menyebutkan pameran yang dilaksanakan oleh FPI Jambi sangat strategis dengan situasi yang terjadi pada hari ini.

"Ini merupakan kegiatan strategis, mari kita saksikan bersama, kita mengajak dan menghimbau masyarakat untuk turut mengunjungi pameran ini," sebutnya.

Ketua PFI Jambi, Irma Tambunan juga menuturkan dalam pameran ini PFI Jambi tidak hanya melibatkan pelajar dan mahasiswa saja namun juga masyarakat adat dihadirkan langsung ditengah-tengah kegiatan. Bahkan masyarakat adat juga mempersembahkan tari didepan tamu undangan.

Pameran foto yang dilaksanakan oleh FPI Jambi merupakan hadiah untuk masyarakat adat sebagai hadiah dalam rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Karna itu kami sangat bersuka cita akhirnya seluruh Poto bisa terkumpul dan malam ini kita bisa menyaksikan bersama-sama, ini awal kita membangun kolaborasi bagaimana kita menyelamatkan masyarakat adat ditengah perubahan iklim," tuturnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi