Intensifikasi Momentum Pelayanan KB/KR Perbatasan BKKBN Jambi dan Sumatera Barat



Jumat, 15 September 2023 - 14:51:20 WIB



JAMBERITA.COM- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi, Drs. Putut Riyatno, M.Kes menghadiri kegiatan pelayanan KB perbatasan di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci yang dilaksanakan pada hari Rabu 13 September 2023 dan dilanjutkan pelayanan di Kabupaten Kerinci, Kecamatan Gunung Tujuh pada Kamis 14 September 2023. 

Kegiatan Integrasi Penguatan Kemitraan dalam rangka Penggarapan KB dan KR di Wilayah dan Sasaran Khusus (Perbatasan) dilaksanakan atas kolaborasi antar BKKBN Provinsi Jambi dan BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Kaper BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno memaparkan BKKBN memiliki banyak program unggulan salah satunya yaitu program Bangga Kencana yang merupakan akronim dari pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana 

Program Bangga Kencana berkontribusi bukan hanya membatasi jumlah kelahiran, namun juga meningkatkan kualitas manusia diantaranya peningkatan gizi ibu dan anak, mutu tenaga kerja, produktivitas, tingkat pendidikan, kesehatan dan mengentaskan kemiskinan.

"Sasaran umum pembangunan program Bangga Kencana antara lain, terkendalinya laju pertumbuhan penduduk, meningkatnya ketahanan keluarga, terkendalinya perkembangan reproduksi remaja serta terbangunnya kelembagaan dan jaringan pengelolaan program Keluarga Berencana (KB)," katanya.

Putut menegaskan kolaborasi antara BKKBN Jambi dengan Sumatera Barat adalah salah satu wujud nyata kepedulian terhadap terwujudnya keluarga berkualitas dalam mendorong dan mengajak masyarakat termasuk memfasilitasi daerah perbatasan agar memudahkan akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan KB," ucapnya.

Berdasarkan hasil perhitungan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN tahun 2022 capaian Provinsi Jambi yaitu di angka kelahiran total sebesar 2,18 persen pemakaian kontrasepsi sebesar 64,9 persen. Persentase peserta KB aktif MKJP mencapai 16,8 persen dan persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi sebesar 11,5 persen.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) bulan Juli 2023 lalu, capaian peserta KB baru Kabupaten Kerinci yaitu 73,5 persen, peserta KB aktif 102,1 persen, prevalensi kontrasepsi modern 78,4 persen dan KB yang tak terpenuhi sebesar 7,3 persen.

"Melalui pelayanan KB perbatasan ini diharapkan dapat meningkatkan pemakaian kontrasepsi modern dan menurunkan angka KB yang tidak terpenuhi," tuturnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi