Kesbangpol Jambi Ikuti Pelatihan Penanganan Ekstrimisme Disertai Kekerasan



Selasa, 23 April 2024 - 19:00:30 WIB



JAMBERITA.COM - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jambi mengirim Kabid Penanganan Konflik Qamaruzzaman sebagai perwakilan dalam mengikuti program pelatihan Penanganan Ekstrimisme yang Disertai Kekerasan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Selandia Baru melalui JCLEC, selama 22 April- 3 Mei 2024 di JCLEC di Semarang. Qomaruzaman menjelaskan gambaran mengenai Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) terletak di dalam kompleks Akpol Semarang, Indonesia. 

Dimana Pendirian organisasi ini diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia dan Australia pada bulan Februari 2004. Organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah fasilitas khususnya bagi wilayah Asia Tenggara dalam upaya memerangi kejahatan antar negara, dengan fokus pada anti-terorisme. 

JCLEC juga menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai program pelatihan, termasuk seminar."Tujuan nya untuk mengetahui pengalaman penegakan hukum internasional dalam bekerja sama dengan masyarakat untuk menanggulangi paham ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan," ungkapnya kepada jamberita.com. 

Pelatihan juga bertujuan untuk memahami pentingnya kerjasama antara polisi, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam melakukan pendekatan multi lembaga guna menanggulangi ancaman dari paham ekstrimis yang disertai dengan kekerasan.

"Selain itu juga berbagi konsep dan praktik terbaik dalam menanggulangi paham ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan dan mengembangkan jaringan antar pemangku kepentingan dalam menanggulangi paham ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut peserta mulai dari unsur Polri, BNPT, Densus 88 Anto teror, Bapas dan Kesbangpol, peserta 20 orang, sedangkan dari Kesbangpol sendiri wakili oleh 4 prov. Jambi, Riau, Sulteng dan Sulsel.

Sementara untuk Narasumber dalam pelatihan itu, yakni dari new Zeland police, mabes polri, densus 88 Anti teror, FBI special agent, mantan napiter Nasir abas, pengamat teroris hisbullah satrawi dan Sholahuddin.(afm)





Artikel Rekomendasi