Korea Selatan Disebut Tertarik Danau Sipin Akan Disulap Layaknya Wisata di Eropa & Singapura



Rabu, 19 Juni 2024 - 12:50:13 WIB



Foto : Penandatanganan Perjanjian kerjasama (MoU) Antara Pemprov Jambi dengan Pihak Perusahaan HANHA Industry Korea Selatan.
Foto : Penandatanganan Perjanjian kerjasama (MoU) Antara Pemprov Jambi dengan Pihak Perusahaan HANHA Industry Korea Selatan.

JAMBERITA.COM - Perusahaan HANHA Industry Korea Selatan disebut tertarik atas keberadaan Danau Sipin yang terletak di tengah Kota Jambi. Bahkan destinasi wisata tersebut rencananya akan di sulap layaknya kawasan wisata baik di Eropa maupun Singapura.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa Perusahaan HANHA dari Korea Selatan ini tertarik dengan keberadaan Danau Sipin yang lokasinya terbilang sangat strategis, karena berada ditengah pusat Kota Jambi.

“Mereka tertarik bahwa ada danau ditengah kota, yang perlu dibenahi, dilestarikan. Itu nanti di desain menjadi sebuah danau yang indah, lampu-lampu lightingnya lengkap. Nanti disitu akan dibikin seperti di Eropa dan sebagainya,” katanya, usai Audiensi mengenai Kerjasama pengembangan Kawasan Danau Sipin, di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (19/6/2024).

Menurut Al Haris, misi dari Perusahaan Korea Selatan sangat luar biasa terhadap Danau Sipin. “Ternyata teman-teman kita ini punya misi luar biasa, nanti danau ini akan dibikin lampu-lampunya seperti lampu-lampu wisata yang ada Singapura. Dan ada juga kaitannya dengan lingkungan hidup, yaitu menjaga lingkungan hidup. Nah, baru didalamnya ada pariwisata. Jadi mereka ini konsepnya pariwisata berbasis lingkungan hidup,” ungkapnya. 

Selain itu Al Haris juga menjelaskan bahwa konsep-konsep kemajuan dari sebuah pariwisata tidak boleh meninggalkan culture dari daerah itu sendiri. “Kita sudah punya pikiran juga, cuma kita kurang modal. Kita kalau sudah bicara pariwisata, tentu butuh modal, tetapi ketika rakyat dibawah masih menjerit, seperti jalan-jalan yang masih jelek, nah, maka kita akan mendahulukan yang seperti itu,” ujarnya.

Al Haris berharap ini akan menjadi kenyataan nantinya. “Kita berharap ini menjadi kenyataan nantinya, jadi mimpi yang hasilnya nyata nanti. Untuk dibutuhkan keseriusan nantinya dalam menangani hal ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu tim Investor dari Perusahaan HANHA Industry Korea Selatan, Prof. Dr. Kim Soo-Il mengatakan bahwa dibutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk membenahi kawasan Danau Sipin menjadi sebuah objek pariwisata.

“Pertama kita akan lakukan pembersihan dulu ya, kemudian juga kita akan pasang air mancur untuk show juga, pembangunan itu saya kira 2 tahun. Dimana-mana negara itu pentingnya industri pariwisata itu dimana-mana meningkat. Jadi mudah-mudahan itu memberikan sumbangan besar untuk ekonomi lokal maupun menciptakan tempat kerja yang bermutu, begitu ya,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan pihak Perusahaan HANHA Industry Korea Selatan. Dari Pihak Pemprov Jambi langsung ditandatangani oleh Gubernur Al Haris dan dari pihak Korea Selatan ditandatangani oleh CEO Perusahaan HANHA Industry, Kim Jeong Sil.(afm)





Artikel Rekomendasi