JAMBERITA.COM - Masalah stunting atau tengkes masih menjadi fokus utama dalam pembangunan kesehatan di tingkat desa. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa KKN Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi bersinergi dengan Puskesmas setempat menggelar kegiatan edukasi bertajuk "GENTA SARI" (Gerakan Tanggap Stunting Bersama Ibu Sehat dan Mandiri).
Acara yang dilaksanakan di GOR Desa Sumber Jaya Selasa (27/1) ini, dibawah komando DPL Nes Dwi Kartika Pebrianti,M Kep dihadiri oleh para ibu hamil, ibu balita, serta bidan desa sebagai pilar utama kesehatan masyarakat.
Program GENTA SARI dirancang untuk memutus mata rantai stunting melalui pendekatan promotif dan preventif. Materi yang disampaikan mencakup penyebab stunting, dampaknya terhadap masa depan anak, hingga langkah konkret pencegahan yang harus dilakukan sejak masa kehamilan.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir saja, tapi sejak dalam kandungan melalui pemenuhan gizi ibu hamil yang optimal," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN UBR.
Sepanjang kegiatan, suasana GOR tampak hidup dengan antusiasme para ibu yang aktif bertanya. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai, pentingnya Gizi Seimbang dan komposisi makanan yang tepat untuk pertumbuhan fisik dan otak, ASI Eksklusif sebagai perlindungan alami pertama bagi bayi yang selanjutnya pemantauan pertumbuhan.
Artinya rutinitas ke Posyandu untuk memantau berat dan tinggi badan anak secara berkala..?Di akhir sesi, para peserta menyatakan komitmennya untuk mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memperbaiki pola asuh di lingkungan keluarga masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, namun mampu memberikan dampak jangka panjang. Penurunan angka stunting di Desa Sumber Jaya menjadi target utama agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UBR. Dengan kolaborasi antara bidan desa dan masyarakat, kami optimis angka stunting dapat ditekan secara signifikan," ungkap salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas.(afm)
20 Ton Kopi Fine Robusta asal Kerinci Diekspor ke Tiongkok, Pemprov Dorong Lewat Pelabuhan Jambi
Dosen UNJA, Anak Pasangan Lulusan SD-SMP yang Kini Menjelma Jadi Ilmuwan Kebanggaan Jambi
Modal Limbah Murah, Mahasiswa UNJA Sukses Bikin Pakan Ikan Alternatif yang Bikin Untung Selangit!
Dorong Kesadaran Keselamatan Olahraga, Mahasiswa KKN-T Fisioterapi UBR Gelar Edukasi 'GERAK CERDAS'
Jaga 'Mutiara' dalam Kandungan: KKN UBR Posko 13 Beri Tips Anti-Kurang Gizi bagi Bumil Desa Ramin
Belajar Jadi Happy! Siswa SDN 139 Muaro Jambi Seru-seruan Praktik 'Cuci Tangan Ceria' Bareng KKN UBR
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

