BSSN Angkat Bicara Terkait Dugaan Insiden Siber Bank Jambi, Ini Penjelasannya



Senin, 23 Februari 2026 - 05:42:59 WIB



Foto : Ist/jmb.
Foto : Ist/jmb.

JAMBERITA.COM - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) angkat bicara terkait dengan dugaan insiden Siber pada PT Bank Pembangunan Daerah (Bank Jambi) yang melenyapkan uang nasabah, Minggu (22/1/2026). Pasalnya berdasarkan analisis mendalam yang diduga menjadi poin koordinasi dengan BSSN, insiden ini disinyalir bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan kegagalan sistemik dari sisi manajerial hingga infrastruktur digital yang sudah usang.

Juru Bicara (Jubir) BSSN Arif Rahman Hakim pun menanggapi, bahwa saat ini BSSN masih melakukan pendalaman dan verifikasi terhadap kebenaran fakta terkait dugaan insiden siber pada bank tersebut. "Kami tidak bisa berasumsi sebelum ada bukti teknis yang valid," katanya ketika dikonfirmasi jamberita.com.

Arif menjelaskan, mengenai kabar bahwa pihak bank telah berkoordinasi dengan BSSN, hal tersebut juga masih sedang dilakukan verifikasi lebih lanjut secara internal, khususnya ke tim respons insiden (CSIRT). Ia menyampaikan dalam hal terjadi insiden siber pada Infrastruktur Informasi Vital (IIV) seperti sektor keuangan, eskalasi penanganan insiden dilakukan secara berjenjang.

Dimana perbankan menjadi konstituen TTIS Sektor Keuangan, sehingga asistensi penanganan insiden dapat ditangani oleh BI-OJK selaku TTIS Sektor Keuangan. "Sebelum asistensi dilakukan oleh BSSN melalui TTIS Nasional, diantaranya, memberikan asistensi penanganan insiden (seperti incident response, investigasi, dan forensik digital), berdasarkan asesmen atas skala insiden yang terjadi," ujarnya.

Arif menegaskan, asistensi ini berikan berdasarkan laporan dan eskalasi dari Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang bersangkutan, serta berkoordinasi erat dengan otoritas pengawas sektor terkait (dalam hal ini OJK/BI). "Tanggung jawab utama keamanan sistem tetap berada pada PSE, dalam hal ini Bank Jambi," jelasnya.

Lebih lanjut Arif meminta masyarakat Provinsi Jambi berkenan menunggu pernyataan resmi berbassis fakta. "Kami akan segera memberikan update apabila sudah ada perkembangan dari hasil koordinasi dan verifikasi," jelasnya.

Sebelumnya, terkait persoalan serangan peretas (hacker) yang melumpuhkan sistem perbankan, Bank Jambi telah mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam dokumen siaran pers tertanggal 22 Februari 2026, pihak manajemen mengakui adanya gangguan layanan yang berdampak langsung pada nasabah.

Pihak Direksi Bank Jambi menyatakan bahwa saat ini tim teknis tengah melakukan pemulihan sistem secara menyeluruh, terutama pada kanal-kanal krusial seperti ATM dan Mobile Banking agar dapat segera beroperasi kembali sebagaimana mestinya.

"Bank Jambi berkomitmen memastikan hak dan kepentingan nasabah tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku," tulis keterangan resmi tersebut. Nasabah yang merasa dirugikan diminta untuk segera melapor ke kantor layanan terdekat mulai Senin, 23 Februari 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Jambi menghimbau nasabah untuk, tetap tenang dan selalu menjaga kerahasiaan data pribadi (Username, Kata Sandi, PIN, dan Kode OTP). Mengganti kata sandi secara berkala dan tidak membagikannya kepada siapapun dan melaporkan keluhan melalui Call Center di nomor 1500-665 atau langsung ke Customer Service.

Meskipun telah mengeluarkan pernyataan, Bank Jambi terkesan masih tertutup mengenai detail teknis penyebab gangguan. Beredar informasi internal yang menyebutkan bahwa sistem IT yang digunakan diduga belum pernah melakukan upgrade besar sejak tahun 2012, padahal idealnya pengembangan (develop) dan pemeliharaan (maintenance) sistem perbankan dilakukan setiap tahun.

Selain itu, pihak bank belum memberikan rincian pasti mengenai berapa jumlah nasabah yang terdampak atau total nilai saldo yang hilang akibat dugaan pembobolan ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di Jambi yang mengandalkan Bank Jambi untuk penyaluran gaji.

Kondisi ini memicu keresahan, karena muncul kekhawatiran gaji bulanan mereka terancam tidak dapat dicairkan tepat waktu. Salah satu nasabah mengungkapkan kekhawatirannya, "Kalau sistem mati total seperti ini, kami was-was bagaimana dengan nasib gajian bulan ini," ujar salah satu pegawai.

Hingga saat ini, publik masih menanti transparansi lebih lanjut dari Bank Jambi mengenai kepastian keamanan dana mereka serta kebenaran isu terkait lemahnya pembaruan sistem IT perusahaan.(afm)





Artikel Rekomendasi