Pewarta Foto ANTARA Biro Jambi Wahdi Septiawan Raih Penghargaan di APFI 2026



Sabtu, 09 Mei 2026 - 15:27:30 WIB



Foto : Wahdi Septiawan pewarta foto LKBN ANTARA Biro Jambi raih penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 melalui karya foto tunggal berjudul
Foto : Wahdi Septiawan pewarta foto LKBN ANTARA Biro Jambi raih penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 melalui karya foto tunggal berjudul "Bekarang-Riang". Penghargaan diserahkan di Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO PFI Jambi

JAMBERITA.COM - Pewarta foto LKBN ANTARA Biro Jambi, Wahdi Septiawan, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 melalui karya foto tunggal berjudul "Bekarang-Riang".

Wahdi sukses menyabet piala penghargaan untuk kategori Art, Culture & Entertainment, foto tunggal terbaik yang diserahkan dalam malam penganugerahan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5).

"AFPI ini memang ajang penghargaan untuk kompetisi foto jurnalistik yang digelar oleh organisasi pewarta foto Indonesia. Foto tradisi Bekarang di Desa Tebat Patah akhirnya dipilih oleh juri," kata pewarta foto LKBN ANTARA Biro Jambi Wahdi Septiawan, saat di wawancara di Jambi, Sabtu.

Menurut Wahdi, tradisi turun temurun menangkap ikan secara masal dengan menggunakan alat tradisional (Bekarang) merupakan potret kearifan lokal masyarakat di Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo, Muaro Jambi.

Karya ini diambil selama proses peliputannya sepanjang tahun 2025 untuk mendokumentasikan tradisi yang kian langka akibat perubahan lingkungan.

"Dulu di desa ini ada lima lokasi bekarang, namun saat saya memotret terakhir pada tahun 2025, hanya tersisa dua tempat saja. Perubahan fungsi lahan sawah dan banjir yang tidak menentu menjadi faktor penyebab tradisi ini terancam punah," ungkap dia.

Selain nilai estetika, ia menjelaskan terdapat pesan moral yang kuat dalam visual tersebut, seperti merekam keterlibatan ratusan warga dari berbagai lapisan usia dan jabatan yang turun bersama ke air tanpa adanya perbedaan status sosial. 

Sebelum Bekarang, seluruh warga menunggu komando berupa suara azan dari tokoh adat atau sebelum turun bersama ke sungai.

Dirinya berharap melalui penghargaan ini, masyarakat luas dan pemerintah daerah dapat lebih memberikan perhatian pada pelestarian tradisi bekarang yang kini sudah mulai menghilang di beberapa wilayah lain di Provinsi Jambi.

Kemenangan ini menjadi pengakuan atas dedikasi ANTARA dalam menyuarakan isu lingkungan dan kebudayaan di Jambi melalui lensa kamera. 

APFI 2026 sendiri merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi insan pers foto di Indonesia yang diselenggarakan oleh organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI). 

Dalam gelaran tahun ini, empat pewarta foto LKBN ANTARA tercatat berhasil membawa pulang penghargaan di berbagai kategori utama.

Penerima penghargaan tersebut, adalah Rivan foto terbaik pada kategori foto esai General News dengan karyanya yang berjudul "Kidung Sederhana di Tanah Bencana".

Umarul Faruq meraih foto terbaik pada kategori foto tunggal General News dengan judul "Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny".

Lalu pada kategori Art, Culture, & Entertaiment, di raih oleh Andry Denisah, foto esai terbaik dengan karyanya yang berjudul "Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan".

Wahdi Septiawan dengan kategori foto tunggal terbaik dengan karyanya yang berjudul "Bekarang-Riang".

"Berharap tradisi ini akan terus dilestarikan oleh masyarakat Tebat Patah, mudah-mudahan bisa diadopsi kabupaten lain yang memang punya tradisi itu sebelumnya dan sekarang mulai hilang akibat perubahan alam, mungkin juga perubahan prilaku masyarakatnya," harap Wahdi.

ANTARA.





Artikel Rekomendasi