SAH: Puasa Arafah Momentum Membersihkan Diri dan Memperkuat Kepedulian Sosial



Selasa, 26 Mei 2026 - 07:09:36 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra mengajak masyarakat muslim di Provinsi Jambi untuk memanfaatkan momentum Puasa Arafah sebagai sarana memperkuat ketakwaan, memperbanyak ibadah, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa SAH itu, Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Ia mengatakan, momentum menjelang Hari Raya Idul Adha harus dijadikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan antarsesama.

“Puasa Arafah bukan hanya ibadah sunnah biasa, tetapi momentum spiritual yang sangat besar nilainya. Ini kesempatan bagi umat Islam untuk membersihkan hati, memperkuat keimanan, sekaligus meningkatkan rasa empati kepada sesama,” ujar SAH di Jambi, Senin (25/5/2026).

SAH menjelaskan, berdasarkan kalender Hijriah dan perhitungan hisab, Puasa Arafah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, atau bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 H. Namun demikian, penetapan resmi tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama RI. 

Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan besarnya keutamaan Puasa Arafah, yakni dapat menjadi penghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi umat Islam yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan. 

Menurut SAH, nilai penting dari Puasa Arafah bukan hanya terletak pada dimensi ibadah personal, tetapi juga pada semangat pengorbanan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi ruh Idul Adha.

“Ketika seseorang mampu menahan lapar dan dahaga, di situlah tumbuh rasa syukur dan kepekaan sosial. Semangat inilah yang harus terus dijaga agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi sesama, terutama masyarakat kecil,” katanya.

SAH juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa, dzikir, sedekah, serta menjaga persatuan dan suasana kondusif di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Momentum Arafah dan Idul Adha harus menjadi penguat ukhuwah, mempererat persaudaraan, serta membangun optimisme bahwa bangsa ini akan semakin kuat jika masyarakatnya memiliki keimanan dan kepedulian sosial yang tinggi,” tutupnya.(*)





Artikel Rekomendasi